Teks foto: Proses Pendinginan kebakaran di Jalan Pesut, Kecamatan Tenggarong (Angga/okeborneo.com)
okebornek.com,KUTAI KARTANEGARA- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengerahkan tujuh unit kendaraan pemadam untuk menangani kebakaran di Jalan Pesut.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan petugas langsung bergerak setelah menerima laporan kebakaran. Lokasi kejadian yang relatif dekat membuat proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
“Alhamdulillah, kurang dari 15 menit, mungkin sekitar 20 menit, api sudah bisa kami kuasai,” kata Fida.
Menurutnya, dalam penanganan tersebut, tujuh unit dikerahkan ke lokasi. Sementara sejumlah unit lainnya masih ditempatkan di beberapa wilayah, seperti Sanga-Sanga, Muara Badak, dan Muara Muntai, untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Memang kami harus membagi kekuatan karena beberapa kecamatan juga kami backup dalam penanganan karhutla, baik dari sisi unit maupun personel,” ujarnya.

Fida menyebut, dari kejadian tersebut satu bangunan terbakar dan dua bangunan lainnya terdampak. Kondisi bangunan yang cukup kompleks dan tergolong tua menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.
Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan api sehingga tidak merambat lebih luas.
Terkait penyebab kebakaran, Fida mengatakan pihaknya belum dapat memastikan. Informasi mengenai sumber api yang beredar di lokasi juga masih simpang siur.
“Untuk dugaan penyebab kebakaran, kami belum berani memastikan. Tadi memang ada informasi yang simpang siur dari ibu RT. Ada yang menyebut api berasal dari rumah tersebut, tetapi kami belum mengetahui secara persis sumber apinya,” jelasnya.
Selain keterbatasan jumlah unit, petugas juga menghadapi kendala ketersediaan air. Fida mengatakan kapasitas tangki kendaraan pemadam yang digunakan sekitar 20 ribu liter dan sempat mengalami kekosongan saat proses pemadaman.
“Alhamdulillah, begitu air habis, api sudah dapat dikuasai. Untuk bagian bawah dan perambatan itu sudah bisa kami kuasai,” katanya.
Ia menambahkan, penambahan jumlah unit pemadam dinilai dapat membantu mencukupi kebutuhan air ketika terjadi kebakaran.
Sementara itu, Fida memastikan tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Berdasarkan pengecekan di lokasi, baik petugas, relawan maupun masyarakat tidak dilaporkan mengalami luka maupun pingsan.
“Informasi terakhir tidak ada korban. Saya tadi juga mengecek ambulans yang datang. Tidak ada petugas, relawan maupun masyarakat yang terkena luka atau pingsan,” pungkasnya.(atr)









