Menu ✖

Mode Gelap

Peristiwa · 14 Okt 2026 13:23 WITA

Kenangan Terakhir Dua Bocah Korban Kebakaran Jalan Delta Tenggarong, Rajin Mengaji dan Ingin Segera Disunat


Ni’mah Gani Nenek korban kebakaran (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ni’mah Gani Nenek korban kebakaran (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Ingatan Ni’mah Gani tentang dua cucunya masih begitu lekat. Bukan hanya wajah dan tingkah laku mereka, tetapi juga kebiasaan keduanya mengikuti pengajian hingga keinginan sederhana yang pernah mereka sampaikan kepada keluarga ingin segera disunat bersama.

Bagi Ni’mah, kedua cucunya merupakan anak-anak yang penurut. Di usianya yang masih belia, mereka sudah terbiasa mengikuti kegiatan keagamaan dan menunjukkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Ini yang kecil ini, ya Allah, luar biasa. Ngajinya sudah bagus, dua-duanya,” kenang Ni’mah saat menceritakan kedua cucunya yang menjadi korban kebakaran di Jalan Delta, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong.

Kedua bocah itu, menurut Ni’mah, juga kerap mengikuti ayah mereka menghadiri majelis. Mereka bahkan pernah mengutarakan keinginan untuk menjalani sunat bersama.

“Kami berdua ini kapan disunat?” begitu Ni’mah mengenang pertanyaan cucunya. Keluarga saat itu meminta mereka bersabar karena usia sang adik masih sekitar tiga tahun.

Keinginan sederhana tersebut kini tinggal kenangan. Kebakaran yang melanda kawasan permukiman Jalan Delta pada Selasa malam (13/10/2026) merenggut nyawa kedua bocah itu.

Pertemuan terakhir Ni’mah dengan kedua cucunya terjadi pada sore hari sebelum kebakaran. Saat itu, mereka masih mengikuti kegiatan mengaji di rumah yang juga digunakan untuk majelis taklim setiap Selasa sore.

Seusai pengajian sekitar pukul 18.00 WITA, aktivitas berlangsung seperti biasa. Tidak ada yang menyangka bahwa beberapa jam kemudian, rumah tersebut akan dilalap api dan menjadi lokasi tragedi yang memisahkan keluarga itu dari kedua anaknya.

Ni’mah menuturkan, ketika api membesar pada malam hari, salah seorang cucu yang tidur di depan televisi sempat terbangun setelah mendengar keributan. Bocah itu kemudian berhasil keluar dari rumah dan ditangkap oleh warga yang berada di sekitar lokasi.

Sementara itu, dua anak lainnya berada di kamar bersama ayah mereka. Sang ayah berupaya menyelamatkan keduanya ketika kebakaran terjadi. Namun, upaya tersebut terhalang kondisi rumah yang sudah terbakar.

Saat berusaha masuk kembali, sang ayah terjatuh karena terdapat bagian kayu yang terbakar. Kobaran api membuat upaya penyelamatan semakin sulit.

Kedua bocah yang berada di dalam kamar itu kemudian ditemukan dalam kondisi berpelukan. Ni’mah menyebut, keluarga sempat mencari mereka hingga sekitar pukul 03.00 WITA setelah menyadari keduanya belum ditemukan.

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga, kenangan tentang kebiasaan mengaji, kepatuhan, dan keinginan kedua bocah untuk segera disunat menjadi bagian yang terus diingat Ni’mah.

Sore sebelum kebakaran, keduanya masih menjalani rutinitas seperti biasa. Mereka mengikuti pengajian, berkumpul bersama keluarga, dan pulang tanpa mengetahui bahwa malam itu akan menjadi akhir dari perjalanan singkat mereka.(atr)

Artikel ini telah dibaca 274 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

HUT ke-61 Bankaltimtara, Bupati Kukar Harap Dividen Meningkat dan Layanan Makin Luas

14 Oktober 2026 - 17:14 WITA

Dua Anak Tewas dalam Kebakaran Jalan Delta Tenggarong, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

14 Oktober 2026 - 15:19 WITA

Kebakaran Gang Karya Tenggarong Tewaskan Dua Anak

14 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Hetifah Dorong BPS Perkuat Data Ekonomi, UMKM dan Pelaku Usaha Harus Terdata

13 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027

13 Oktober 2026 - 15:58 WITA

Disdikbud Kukar Evaluasi PJJ, Pertimbangkan Pemberlakuan per Kecamatan

13 Oktober 2026 - 15:56 WITA

Trending di Advertorial