TEKS FOTO; Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (Angga/okeborneo.com)
okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat pilar perekonomian daerah melalui optimalisasi kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Langkah strategis yang dipimpin Bupati Kukar Aulia Rahman Basri ini terbukti membuahkan hasil signifikan, baik dalam menjaga stabilitas harga pangan maupun mendorong perluasan akses permodalan bagi masyarakat bawah.
Di sektor pengendalian harga, Pemkab Kukar berhasil mencatatkan prestasi gemilang. Kukar sukses menorehkan rekor sebagai Juara Pertama Penilaian TPID Tingkat Pulau Kalimantan selama empat tahun berturut-turut.
“Kukar selalu menjadi juara pertama untuk wilayah Pulau Kalimantan dalam penilaian TPID. Prestasi ini telah diraih selama empat tahun berturut-turut,” ujar Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.
Ia menambahkan, pada evaluasi performa TPID periode terakhir, Kukar kembali mengukuhkan posisinya di urutan teratas untuk kategori regional Pulau Kalimantan.
Subsidi Bunga 100 Persen Melalui Kredit Kukar Idaman
Tidak hanya fokus pada penekanan laju inflasi, Pemkab Kukar juga bergerak aktif mempercepat inklusi keuangan masyarakat melalui TPAKD. Salah satu program andalan yang kini terus diakselerasi adalah Kredit Kukar Idaman Terbaik.
Melalui program inovatif ini, pemerintah daerah memberikan bantuan subsidi bunga pinjaman bank secara penuh (100 persen) bagi pelaku usaha di sektor produktif. Subsidi ini diperuntukkan bagi para petani, nelayan, peternak, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dengan skema tersebut, para debitur tidak lagi dibebani bunga pinjaman perbankan yang umumnya berada di kisaran 9 hingga 12 persen per tahun, karena seluruh biaya bunga telah ditanggung oleh anggaran Pemkab Kukar.
“Sebagai contoh, apabila masyarakat meminjam dana sebesar Rp50 juta, maka pokok yang harus dikembalikan tetap sebesar Rp50 juta. Bunga pinjaman sekitar 9 hingga 12 persen sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah,” jelas Aulia.
Melalui sinergi pengendalian inflasi dan kemudahan akses pembiayaan tanpa bunga ini, Pemkab Kukar optimistis daya beli masyarakat tetap terjaga, kesejahteraan pelaku usaha kecil meningkat, serta roda perekonomian Kukar dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.(adv/diskomkukar/atr)










