okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA– Anggota DPR RI Komisi VIII daerah pemilihan Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifuddian, menyoroti pentingnya penguatan peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Hetifah saat mengikuti kegiatan Ngobrol Pendidikan (Ngopi) bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Gedung DMI Cabang Kukar, Senin (26/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Hetifah mengapresiasi inisiatif dan berbagai praktik yang telah dikembangkan DMI Kukar. Ia berharap upaya tersebut dapat terus ditingkatkan dan menjadi contoh bagi pengelolaan masjid di wilayah Kukar.
Menurutnya, masjid memiliki potensi besar dalam kehidupan masyarakat karena dekat dengan aktivitas sehari-hari umat Islam, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia.
Kedekatan tersebut membuat masjid memiliki ruang strategis untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Karena itu, fungsi masjid dinilai tidak hanya terbatas pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga dapat diperluas untuk mendukung pendidikan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Hetifah menjelaskan, terdapat tiga peran utama masjid yang perlu diperkuat, yakni sebagai pusat ibadah, pusat pendidikan, dan pusat kepedulian sosial. Ketiga peran tersebut dapat saling mendukung dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Di sisi lain, ia juga menyoroti empat tantangan masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama. Tantangan tersebut meliputi pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda, ketahanan keluarga, kepedulian terhadap kelompok rentan, serta perubahan teknologi dan kehidupan sosial.
Menurutnya, masjid dapat menjadi salah satu ruang untuk merespons tantangan tersebut melalui kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penguatan pendidikan dan karakter generasi muda, misalnya, dapat dilakukan melalui kegiatan keagamaan dan pembinaan yang berkelanjutan.
Selain itu, perhatian terhadap ketahanan keluarga dan kelompok rentan juga menjadi bagian penting dari fungsi sosial masjid. Dengan jangkauan yang dekat dengan masyarakat, masjid berpotensi menjadi ruang untuk membangun kepedulian, mempererat hubungan antarwarga, serta mendorong kegiatan sosial yang bermanfaat.
Hetifah berharap DMI Kukar dapat terus mengembangkan berbagai praktik yang telah berjalan sehingga pengelolaan masjid semakin berkembang dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui penguatan peran tersebut, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pembinaan karakter, dan kepedulian sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara.(atr)










