okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Budayawan Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Rifani sambut positif langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar memasukkan Bahasa Kutai sebagai kurikulum muatan lokal.
Menurutnya, ini salah satu langkah yang tepat, karena memang berdasarkan hasil penelitian mengatakan, bahwa bahasa Kutai terancam punah, sehingga harus direvitalisasi.
“Salah satu caranya yaitu melalui revitalisasi itu adalah dengan kurikulum muatan lokal. Dan sudah ada beberapa daerah lain sudah berlaku sekian puluh tahun. Sebenarnya kita ini sudah terlambat,” ucapnya
“Untuk lingkup Kaltim ada tiga bahasa yang akan direvitalisasi yakni, bahasa Kutai, bahasa Paser dan bahasa Dayak Kenyah, ” tambah Awang.
Adapun untuk progres dirinya mengatakan, dari semua kegiatan termasuk pengesahan kurikulum dan sebagainya, semuanya masih tahap berproses termasuk untuk menyiapkan bahan ajar dan lain-lainnya.
“Kita tidak bisa pastikan apakah bisa digenjot tahun ini atau atau tahun ajaran baru tahun depan. Yang jelas ini merupakan keinginan kuat Bupati Kukar, Edi Damansyah,” katanya.
Kemudian sekarang akan dibuatkan semua perangkat aturannya, termasuk aturan dibawahnya. Adapun saat ini sudah punya Perbup muatan lokal. “Hanya tinggal menunggu SK bupati tentang muatan lokal bahasa Kutai,” jelasnya.
Muatan lokal ini sifatnya sama. Namun masuknya ke dalam olahraga tradisional maupun kesenian. kalau bahasa Indonesia itu ada seni berpantun dan berpidato itu juga bisa masuk di beberapa mata pelajaran bahasa Kutai namun dalam bahasa Kutai.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar, Thauhid Alfian Noor mengatakan, saat ini masih tahap penyempurnaan untuk dimasukkan kedalam kalender pendidikan tahun 2022-2023. “Tanggal 6 akan kita adakan rakor lagi perihal penguatan ini, ” ucapnya.
Adapun nanti, pihaknya akan fokus untuk mencari tenaga pendidik untuk mengajarkan Mulok ini. Dan akan dilakukan pelatihan dulu sebelum menjalankan.
“Tahun ini akan ada pelatihan. Sudah ada beberapa kali rapat koordinasi cuma belum menentukan siapa siapa orangnya. Makanya secara bertahap lakukan itu,” tutupnya. (atr/ob1/ef)








