Menu ✖

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 30 Mei 2026 15:51 WITA

Critical Mass Tenggarong Perdana Digelar, Pesepeda Kampanyekan Keselamatan Jalan


 Peserta Critical Mass Tenggarong berfoto bersama di depan Kedaton Kutai Kartanegara seusai kampanye bersepeda dan keselamatan jalan. (Istimewa) Perbesar

Peserta Critical Mass Tenggarong berfoto bersama di depan Kedaton Kutai Kartanegara seusai kampanye bersepeda dan keselamatan jalan. (Istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Critical Mass Tenggarong perdana digelar di kawasan Kedaton Kutai Kartanegara, Jumat (29/5/2026) malam. Puluhan pesepeda dari berbagai komunitas berkumpul untuk mengampanyekan budaya bersepeda, keselamatan di jalan, dan sikap saling menghormati antar pengguna jalan.

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari beragam latar komunitas sepeda. Mulai dari penggemar sepeda federal, fixie, road bike, mountain bike atau MTB, BMX, hingga pesepeda harian yang menggunakan sepeda sebagai moda transportasi sehari-hari.

Koordinator Critical Mass Tenggarong, Chandra Okta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan gerakan sosial yang ingin mendorong tumbuhnya budaya bersepeda di Kukar.

Menurutnya, Critical Mass juga menjadi ruang bersama untuk menyampaikan pesan bahwa pesepeda merupakan bagian dari lalu lintas yang perlu mendapat ruang aman di jalan raya.

“Critical Mass bukan untuk menutup jalan atau mengganggu lalu lintas. Kegiatan ini menjadi sarana mengajak masyarakat lebih peduli terhadap budaya bersepeda, keselamatan di jalan, serta pentingnya saling menghormati antar pengguna jalan,” ujar Chandra.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tetap mematuhi aturan lalu lintas. Mereka menjaga formasi berkendara dan mengutamakan aspek keselamatan selama melintas di jalan.

Selain sebagai ajang berkendara bersama, kegiatan tersebut juga membawa pesan tentang penggunaan sepeda sebagai alternatif transportasi yang ramah lingkungan, menyehatkan, dan ekonomis.

Critical Mass Tenggarong juga menjadi wadah silaturahmi antarkomunitas sepeda yang selama ini beraktivitas secara terpisah. Melalui kegiatan itu, para pesepeda dapat saling bertukar pengalaman dan memperkuat jejaring komunitas.

Chandra menyebut, kehadiran peserta pada kegiatan perdana ini menunjukkan adanya minat masyarakat terhadap aktivitas bersepeda di Tenggarong. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dan terbuka bagi seluruh kalangan.

Dengan semangat “Ride Together, Be Louder”, Critical Mass Tenggarong ingin memperkuat pesan bahwa jalan raya merupakan ruang bersama. Karena itu, keselamatan perlu dibangun melalui kesadaran semua pengguna jalan, baik pesepeda, pengendara motor, mobil, maupun pengguna jalan lainnya.

Gerakan ini juga menjadi pengingat bahwa keberadaan pesepeda bukan gangguan di jalan. Pesepeda adalah bagian dari lalu lintas yang perlu dihormati dan dilindungi demi terciptanya ruang jalan yang lebih aman, sehat, dan ramah bagi semua. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MTQH XLVI Kaltim 2026, Pemkab Kukar Pastikan Kesiapan Akomodasi Seluruh Kafilah

3 November 2026 - 15:58 WITA

Pemanfaatan Waduk Lama Jadi Opsi Tambahan Pasokan Air Bersih untuk Warga Samboja

3 November 2026 - 15:50 WITA

Jam Bentong Tenggarong Disiapkan Jadi Museum Digital, Dispar Kukar Dorong Ruang Promosi Kreatif

3 November 2026 - 15:48 WITA

400 Titik LPJU di Anggana Mati, DPRD Kukar Siapkan RDP dengan OPD Terkait

3 November 2026 - 15:47 WITA

Kukar Siap Kerja Jadi Jalan Tingkatkan Kesejahteraan, Prioritaskan Masyarakat Desil 1–5

3 November 2026 - 15:44 WITA

Revitalisasi Pengelolaan Pantai Tanah Merah, Rendi Solihin Dorong Wisata Berkontribusi bagi PAD

2 November 2026 - 17:27 WITA

Trending di Advertorial