Menu

Mode Gelap

Advertorial · 28 Okt 2025 17:16 WITA

Abdul Rasid Dorong Penguatan Petani Sawit Kukar, Apresiasi Kiprah APKASINDO


Abdul Rasid memberikan keterangan usai menghadiri kegiatan HUT ke-25 APKASINDO di Pendopo Odah Etam. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Abdul Rasid memberikan keterangan usai menghadiri kegiatan HUT ke-25 APKASINDO di Pendopo Odah Etam. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA—Wakil Ketua I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Abdul Rasid, menyatakan komitmen penuh lembaganya dalam mendukung langkah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan petani sawit di daerah. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri peringatan HUT ke-25 APKASINDO yang dirangkai dengan Workshop Strategi Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit Swadaya Berkelanjutan, Selasa (28/10/2025), di Pendopo Odah Etam.

Menurut Abdul Rasid, sektor perkebunan kelapa sawit merupakan penopang penting Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kukar. Karena itu, pembinaan petani sawit harus menjadi perhatian serius demi memastikan pertumbuhan ekonomi masyarakat tetap stabil.

“Perkebunan sawit ini salah satu penyumbang terbesar untuk APBD Kukar. Maka sudah sewajarnya sektor ini kita dorong terus agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Harga TBS Meningkat, Pengelolaan Harus Lebih Profesional

Politikus Golkar tersebut juga mengungkapkan bahwa harga Tandan Buah Segar (TBS) yang kini berada di kisaran Rp 3.300 per kilogram menjadi peluang besar bagi petani untuk meningkatkan pendapatan. Namun ia mengingatkan, peluang tersebut harus diimbangi dengan manajemen kebun yang baik.

“APKASINDO berperan penting memberikan edukasi agar para petani mengelola kebun sawit dengan benar. Kalau tata kelolanya baik, dampaknya pasti langsung terasa pada ekonomi masyarakat,” tegasnya.

APKASINDO Hadirkan Pakar Sawit dan Praktisi Lapangan

Sementara itu, Ketua DPD APKASINDO Kukar, Jumadi, menyampaikan bahwa workshop tahun ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli dari berbagai aspek penting perkebunan sawit. Materi yang dibahas meliputi penyediaan sarana produksi, pemberlakuan pupuk berkelanjutan, hingga manajemen transportasi hasil panen.

“Kami ingin petani memahami cara menaikkan produktivitas sawit swadaya, bukan sekadar dari teknis pemupukan, tetapi juga bagaimana alur transportasi hasil panen bisa lebih efisien,” jelasnya.

Jumadi menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya dihadiri petani sawit dari Kukar, tetapi juga perwakilan APKASINDO dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi seperti Unikarta dan Universitas Mulawarman.

Petani Kian Terbantu Program Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Jumadi juga menyoroti semakin terbukanya akses petani terhadap fasilitas pemerintah, mulai dari legalitas kepemilikan lahan hingga perizinan pembibitan sawit mandiri.

“Program-program pemerintah sekarang jauh lebih memudahkan petani. Ini bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk membantu petani sawit kita,” katanya.

Workshop dan peringatan HUT ke-25 APKASINDO ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara organisasi petani, pemerintah daerah, serta pelaku usaha, sehingga sawit Kukar dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (adv/dprdkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Insentif Guru Swasta Diperiksa, DPRD Kukar Minta Penerima Tak Dibebani Sebelum Ada Kesimpulan

22 Juli 2026 - 20:37 WITA

insentif guru swasta Kukar

Hetifah Soroti Kesenjangan Kapasitas dan Digitalisasi Pemerintahan Desa

21 Juli 2026 - 16:40 WITA

tata kelola pemerintahan desa

Hetifah Usulkan Beasiswa dan Jalur RPL bagi Perangkat Desa

21 Juli 2026 - 16:29 WITA

beasiswa perangkat desa

Kebakaran di Jalan Belida Tenggarong Hanguskan Lima Bangunan, Pasokan Air Jadi Kendala

20 Juli 2026 - 23:31 WITA

kebakaran Jalan Belida Tenggarong

PPDI Kaltim Dilantik di Kukar, Aulia Tekankan Profesionalisme dan Digitalisasi Desa

20 Juli 2026 - 20:24 WITA

PPDI Kaltim

Polisi Tangkap Pria atas Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Samarinda

17 Juli 2026 - 20:22 WITA

kekerasan seksual anak
Trending di Hukum - Kriminal