Menu

Mode Gelap

Advertorial · 19 Sep 2025 19:11 WITA

Agenda KTNA dan Erau, DLHK Kukar Jadwalkan Ulang World Clean Day 2025


Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, memberikan keterangan terkait rencana penjadwalan ulang aksi World Clean Day di Kukar. (Angga/Okeborneo.com) Perbesar

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, memberikan keterangan terkait rencana penjadwalan ulang aksi World Clean Day di Kukar. (Angga/Okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Rencana pelaksanaan World Clean Day di Kutai Kartanegara (Kukar) masih harus menunggu waktu yang tepat. Di tengah padatnya agenda daerah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar memastikan kegiatan bersih-bersih massal tetap akan digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, menjelaskan bahwa secara nasional World Clean Day diperingati setiap 20 September. Namun, jadwal tersebut bersinggungan dengan sejumlah agenda besar di Kukar, mulai dari kegiatan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) hingga pesta budaya Erau yang setiap tahun menyedot perhatian ribuan orang. “Kalau secara serempak nasional tanggal 20 September. Tetapi di Kukar banyak kegiatan kebudayaan. Hari ini ada KTNA, juga Pesta Adat Erau. Jadi kita akan mencari waktu yang pas agar World Clean Day serempak di Kukar bisa terlaksana,” ujarnya saat ditemui, Jumat (19/9/2025).

Slamet menegaskan, pihaknya ingin agar pelaksanaan World Clean Day tidak sekadar mengikuti instruksi pusat, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kebersihan lingkungan di daerah. Untuk itu, DLHK Kukar berencana melibatkan jajaran pemerintah daerah, komunitas lingkungan, organisasi kepemudaan, sekolah, hingga kelompok masyarakat umum dalam aksi serentak di berbagai wilayah. “Kita ingin kegiatan ini betul-betul dirasakan manfaatnya, bukan sekadar seremonial,” tegasnya.

Selain momentum kebersihan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi publik tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Slamet menilai, budaya bersih harus tumbuh dari kebiasaan kecil sehari-hari, dimulai dari rumah tangga hingga ruang publik. Ia menekankan bahwa partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan. “Harapannya ada tindak lanjut berupa budaya menjaga kebersihan yang melekat di masyarakat,” tambahnya.

Dengan menyesuaikan waktu pelaksanaan, DLHK Kukar ingin memastikan tidak ada benturan dengan agenda budaya dan sosial yang sudah terjadwal sebelumnya. Hal ini, menurut Slamet, agar World Clean Day di Kukar dapat berjalan optimal dengan tingkat partisipasi masyarakat yang lebih luas. Bagi DLHK, kegiatan ini bukan hanya soal mengumpulkan sampah sehari, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif menuju lingkungan yang lebih sehat dan lestari. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Distanak Kukar Periksa 7.089 Hewan Kurban, Label Sehat Jadi Syarat Dijual

21 Mei 2026 - 19:19 WITA

hewan kurban kukar

77 Laporan Kekerasan Seksual Masuk di Kukar, Mayoritas Korban Anak

20 Mei 2026 - 18:03 WITA

kekerasan seksual di Kukar

Sapi Bali Paling Dicari, Lapak Kurban di Tenggarong Klaim 70 Persen Stok Terjual

20 Mei 2026 - 17:09 WITA

Sapi Bali di Tenggarong

Di Tengah Demo Samarinda, Drupadi Baladika Bagikan Mawar dan Gelar Tarian Adat

20 Mei 2026 - 16:33 WITA

Drupadi Baladika Kaltim

BNN Sita 92 Kg Sabu dan 1.000 Cartridge Etomidate di Kaltim, Diduga Terkait Jaringan DPO Faturahman

20 Mei 2026 - 11:36 WITA

92 Kg Sabu Kaltim

Aksi Ketuk Pintu Gubernur, Warga Bawa 20 Titik Konflik Agraria ke Pemprov Kaltim

19 Mei 2026 - 16:25 WITA

ketuk pintu gubernur
Trending di Pos-pos Terbaru