Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 27 Sep 2025 15:01 WITA

Bank Sampah Al Hidayah Gandeng Sekolah di Kukar, Ajak Siswa Biasakan Tumbler dan Wadah Makan Sendiri


Ketua Bank Sampah Al Hidayah, Sugiarto, saat ditemui di Maluhu, Kukar. Ia menegaskan kerja sama dengan sekolah penting untuk kurangi sampah plastik (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Al Hidayah, Sugiarto, saat ditemui di Maluhu, Kukar. Ia menegaskan kerja sama dengan sekolah penting untuk kurangi sampah plastik (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Persoalan sampah plastik sekali pakai masih menjadi momok di berbagai wilayah, termasuk di Kelurahan Maluhu. Meski belum menggandeng sektor swasta, Bank Sampah Al Hidayah mulai mengambil langkah strategis dengan menggandeng sekolah-sekolah lewat nota kesepahaman (MoU).

Ketua Bank Sampah Al Hidayah, Sugiarto, menyebut kerja sama ini penting untuk membangun kesadaran sejak usia dini. “Kalau swasta belum ada. Tapi kami sudah MoU dengan sekolah-sekolah. Kami dorong sekolah untuk mengurangi plastik sekali pakai,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).

Sekolah dipandang sebagai salah satu penyumbang besar timbulan sampah harian. Melalui MoU tersebut, Bank Sampah Al Hidayah mendorong agar siswa terbiasa membawa tumbler dan wadah makan sendiri dari rumah. Kebiasaan kecil ini diharapkan mampu menekan penggunaan botol plastik dan bungkus makanan sekali pakai.

Menurut Sugiarto, perubahan pola konsumsi di sekolah bisa memberi efek berantai. Anak-anak yang terbiasa membawa peralatan pribadi akan membawa pola itu ke rumah masing-masing, sehingga dampaknya lebih luas. “Kalau anak-anak terbiasa, efeknya bisa lebih luas, sampai ke rumah tangga mereka masing-masing,” tambahnya.

Selain kerja sama dengan sekolah, Bank Sampah Al Hidayah Maluhu terus mengembangkan program inovatif. Mereka mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, mendampingi kelompok ibu-ibu dalam pemanfaatan kompos, hingga merencanakan produksi paving block dari sampah anorganik. Seluruh program itu berjalan beriringan dengan kegiatan edukasi yang rutin dilakukan, baik untuk anak-anak, mahasiswa, maupun komunitas lokal.

Sugiarto berharap, ke depan, kolaborasi tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi juga melibatkan sektor swasta dan pelaku usaha. Dengan keterlibatan lebih banyak pihak, upaya pengelolaan sampah bisa lebih maksimal, sekaligus memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Kalau lebih banyak pihak terlibat, hasilnya pasti lebih terasa. Kami ingin gerakan ini jadi kebiasaan, bukan hanya proyek sesaat,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pabrik Rumput Laut Muara Badak Belum Beroperasi, Kukar Siapkan Rp10 Miliar untuk Fasilitas Pendukung

5 Oktober 2026 - 21:40 WITA

Usai Tampil di Erau 2026, 350 Penari Terima Honor Rp1,4 Juta

5 Oktober 2026 - 21:22 WITA

HUT ke-81 TNI, Pemkab Kukar Perkuat Sinergi Bersama Jajaran TNI

5 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Kebakaran Besar di Danau Aji Tenggarong, Puluhan Bangunan Dilaporkan Terbakar

5 Oktober 2026 - 21:17 WITA

KAHMI Kukar Perkuat Soliditas dan Sinergi Pembangunan di Milad ke-60

4 Oktober 2026 - 15:24 WITA

Arbizz Space Diluncurkan, Aulia Harap Jadi Pusat Aktivitas UMKM dan Rekreasi di Kukar

4 Oktober 2026 - 11:28 WITA

Trending di Advertorial