Menu

Mode Gelap

Advertorial · 25 Sep 2025 19:45 WITA

Bank Sampah Asri Bukit Biru Terapkan Pola Pengumpulan Sampah Fleksibel


Ketua Bank Sampah Asri, Suparlin, saat memantau sampah yang dikumpulkan warga di Kelurahan Bukit Biru, Tenggarong. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Asri, Suparlin, saat memantau sampah yang dikumpulkan warga di Kelurahan Bukit Biru, Tenggarong. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Tidak seperti di perkotaan yang memiliki jadwal pengangkutan sampah rutin, di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, pengumpulan sampah justru dilakukan dengan pola fleksibel. Bank Sampah Asri memilih menyesuaikan waktu pengumpulan dengan aktivitas warga, sehingga sampah tetap bisa terkelola meski tanpa jadwal tetap.

Ketua Bank Sampah Asri, Suparlin, menjelaskan bahwa salah satu momen pengumpulan paling rutin dilakukan saat pasar malam mingguan. Setiap kali kegiatan ini berlangsung, petugas bank sampah memastikan sampah dari lokasi terkumpul dan dibawa untuk dipilah. Selain itu, berbagai kegiatan masyarakat di kelurahan juga menjadi momentum pengumpulan tambahan.

“Untuk pengumpulan sampah, tidak ada waktu tetap. Misalnya, pada kegiatan pasar malam seminggu sekali, kami pasti melakukan pengumpulan. Jika ada kegiatan di kelurahan, sampahnya juga kami bawa ke sini,” ungkap Suparlin, Kamis (25/9/2025).

Namun, ia mengakui, sampah rumah tangga yang disetorkan warga sehari-hari jumlahnya belum stabil. Kondisi ini dipengaruhi oleh latar belakang masyarakat Bukit Biru yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Aktivitas mereka menghasilkan sampah organik lebih banyak, sementara sampah anorganik seperti botol plastik atau kemasan relatif lebih sedikit dibandingkan di kawasan perkotaan.

Meski demikian, keberadaan Bank Sampah Asri dinilai tetap penting sebagai wadah pengelolaan. Sampah yang terkumpul tidak hanya membantu mengurangi potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga mendorong masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.

“Kami berharap, meskipun jumlah sampah dari warga tidak selalu banyak, masyarakat tetap terbiasa menyetorkannya. Ini bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mengurangi timbunan sampah di Bukit Biru,” pungkas Suparlin. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bongkar Muat Serap 1.500 Pekerja Lokal, Kukar Dorong Peluang Ekonomi Pesisir

10 Juni 2026 - 19:49 WITA

pesisir Kukar

Rita Widyasari Muncul Lagi, Pengamat Baca Sinyal Pengaruh Politik yang Belum Padam

10 Juni 2026 - 19:18 WITA

Rita Widyasari. (Istimewa)

Unit PPA Polres Kukar Tangani Video Diduga Melibatkan Anak, Warga Diimbau Tak Menyebarkan

9 Juni 2026 - 17:46 WITA

Unit PPA Polres Kukar,

Kapolres Cup Esports Dibuka Gratis, Tim Mobile Legends Kukar Berebut Tiket ke Kapolda Cup

9 Juni 2026 - 15:50 WITA

Kapolres Cup Esports Kukar

Pendaftaran Beasiswa Kukar Idaman 2026 Berpeluang Diperpanjang hingga 19 Juni

9 Juni 2026 - 15:29 WITA

Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026

Setelah Sangasanga dan Muara Jawa, Gowes Bersama Sambangi Warga Samboja

8 Juni 2026 - 19:25 WITA

gowes bersama
Trending di Bola & Sports