Menu

Mode Gelap

Advertorial · 15 Okt 2025 15:57 WITA

Bank Sampah Sukamaju Jadi Contoh Inovasi Daur Ulang Plastik di Kutai Kartanegara


Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati, menunjukkan produk paving blok hasil olahan limbah plastik di Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati, menunjukkan produk paving blok hasil olahan limbah plastik di Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA Di sebuah sudut Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, suara mesin pencetak paving terdengar bersahut-sahutan. Tangan-tangan warga bekerja lincah, mencetak masa depan yang lebih bersih melalui inovasi Bank Sampah Sukamaju—program yang kini jadi contoh pengelolaan sampah terpadu di Kutai Kartanegara.

Bank sampah ini digagas oleh Yayuk Sehati, sosok yang memimpin gerakan lingkungan berbasis masyarakat sejak 2018. Di bawah kepemimpinannya, warga tak lagi melihat plastik sebagai limbah, melainkan bahan bernilai guna tinggi. Dari plastik bekas, lahirlah paving blok yang kokoh dan ramah lingkungan.

“Inovasi ini bisa berjalan karena dukungan dari beberapa perusahaan yang peduli terhadap program lingkungan,” ujar Yayuk, Selasa (15/10/2025).

Ia menyebut empat perusahaan yang berkontribusi aktif dalam pengembangan program tersebut, yakni Kutai Makmur Insan Abadi, Pama Jembayan Warabareng, Pama Jembayan, dan Sumalinda Utama Jaya. Dukungan ini memungkinkan Bank Sampah Sukamaju memperluas skala produksinya dan meningkatkan kapasitas pengolahan plastik.

“Semua jenis plastik bisa dilebur tanpa harus dipilah atau dibersihkan terlebih dahulu. Kami ingin menciptakan solusi yang sederhana tapi efektif,” jelas Yayuk.

Dengan metode tersebut, Bank Sampah Sukamaju mampu mengurangi volume sampah plastik secara signifikan. Setiap kilogram limbah yang masuk diolah menjadi produk fungsional yang bermanfaat bagi masyarakat. Hasilnya digunakan untuk keperluan pembangunan infrastruktur lokal, seperti jalan lingkungan dan halaman fasilitas umum.

Selain memberikan dampak lingkungan, program ini juga memberdayakan masyarakat sekitar. Banyak warga, terutama ibu rumah tangga dan pemuda desa, terlibat dalam proses pengumpulan, pemilahan, dan produksi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah bukan akhir dari segalanya. Dari tumpukan limbah, bisa lahir sesuatu yang berguna,” tutur Yayuk dengan senyum bangga.

Ke depan, Bank Sampah Sukamaju berencana memperluas jangkauan edukasi lingkungan dengan mengajak sekolah dan komunitas lain agar ikut berpartisipasi dalam gerakan hijau ini.

“Kalau masyarakat punya kesadaran kolektif, perubahan besar pasti terjadi,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akses Darat Mahakam Ulu Dikebut, Pemprov Kaltim Siapkan Rp49,8 Miliar

14 Mei 2026 - 23:45 WITA

Akses Darat Mahakam Ulu

Pemkab Kukar Tekan Kemiskinan Lewat Dua Jalur: Bansos dan Pelatihan Kerja

13 Mei 2026 - 18:16 WITA

bansos kukar

Produksi Batu Bara Kaltim Diprediksi Turun 35 Persen, Seno Aji Ingatkan Dampak ke Tenaga Kerja

13 Mei 2026 - 18:10 WITA

produksi batu bara kaltim

Raperda Pesantren Kukar Tetap Berproses, Bapemperda Jelaskan Polemik di Paripurna

13 Mei 2026 - 16:19 WITA

raperda pesantren kukar

Hendra Pimpin Karang Taruna Kaltim, Ketahanan Pangan Jadi Fokus Program

12 Mei 2026 - 18:47 WITA

karang taruna kaltim

Bupati Aulia Jawab Ancaman Boikot Fraksi PDIP, Klaim Pemkab Siapkan Bantuan untuk 2.662 Santri

12 Mei 2026 - 18:01 WITA

bupati aulia
Trending di Legislatif