Menu

Mode Gelap

Advertorial · 15 Okt 2025 16:29 WITA

Bank Sampah Sukamaju Ubah Sampah Plastik Jadi Sumber Ekonomi Warga


Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati (kanan), memperlihatkan hasil olahan limbah plastik kepada perwakilan pemerintah daerah yang berkunjung ke lokasi pengelolaan sampah di Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati (kanan), memperlihatkan hasil olahan limbah plastik kepada perwakilan pemerintah daerah yang berkunjung ke lokasi pengelolaan sampah di Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Pemandangan sampah plastik yang berserakan di pinggir jalan menjadi pendorong bagi Yayuk Sehati untuk bergerak. Bersama warga Desa Suka Maju, ia mendirikan Bank Sampah Sukamaju, sebuah inisiatif sederhana yang kini berkembang menjadi gerakan nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Saya pribadi merasa sedih setiap kali melihat sampah plastik berserakan di jalan,” ujar Yayuk, Ketua Bank Sampah Sukamaju. “Tujuan kami bukan semata mencari uang, tapi ikut mendukung program pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Namun alhamdulillah, dari usaha ini kami juga mendapatkan hasil ekonomi yang bisa membantu anggota.”

Bank Sampah Sukamaju menjadi wadah warga untuk memilah dan mengumpulkan sampah rumah tangga, terutama plastik yang sulit terurai. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah, ditimbang, dan ditukar dengan tabungan uang. Dari hasil pengelolaan ini, warga tidak hanya belajar tentang pentingnya daur ulang, tetapi juga merasakan langsung manfaat finansialnya.

Yayuk bercerita, awalnya hanya segelintir warga yang mau bergabung. Namun, seiring waktu, kesadaran masyarakat meningkat. Kini, puluhan keluarga di Desa Suka Maju aktif menyetorkan sampah ke bank sampah setiap pekan. “Yang awalnya malu membawa sampah, sekarang malah semangat karena tahu hasilnya bisa membantu kebutuhan rumah tangga,” kata Yayuk.

Selain menabung dari hasil sampah, kelompok ini juga berinovasi dengan mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai guna, seperti paving blok ramah lingkungan. Inovasi ini tak hanya mengurangi volume sampah plastik, tapi juga membuka peluang usaha baru di tingkat desa.

“Kalau setiap desa menerapkan hal serupa, saya yakin masalah sampah bisa teratasi,” ucap Yayuk optimistis. “Satu paving blok saja membutuhkan sekitar dua kilogram plastik. Bayangkan, kalau setiap hari terkumpul 100 kilogram plastik, itu sudah bisa jadi 50 paving.” (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 152 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar

Sekda Kukar: Regulasi Insentif Guru Non-ASN Belum Sah Saat Program Berjalan

30 Juli 2026 - 17:19 WITA

insentif guru non-ASN Kukar

Mangkir Kerja Jadi Pelanggaran Terbanyak, 8 ASN Pemkab Kukar Diberhentikan

30 Juli 2026 - 15:40 WITA

ASN Pemkab Kukar diberhentikan

Rahmat Dermawan Bantah Walkout PDI-P Kukar atas Instruksi Pihak Luar

29 Juli 2026 - 18:55 WITA

walkout PDI-P Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru