okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara mengalihkan belanja yang dinilai kurang efektif untuk mempercepat pembenahan fasilitas sekolah. Fokus perbaikan diarahkan pada ruang kelas rusak, penambahan ruang belajar, toilet, halaman sekolah, hingga pagar PAUD yang dinilai mendesak bagi keamanan dan kenyamanan siswa.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan penyesuaian anggaran dilakukan untuk memastikan kebutuhan prioritas di sektor pendidikan tetap tertangani. Terlebih, penyaluran dana dari pemerintah pusat disebut belum berjalan optimal.
“Penyesuaian anggaran kami lakukan dengan mengalihkan belanja yang kurang efektif ke sektor yang lebih mendesak, khususnya sarana dan prasarana sekolah,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurut Heriansyah, perbaikan ruang kelas menjadi salah satu fokus utama. Disdikbud Kukar akan merehabilitasi ruang belajar yang mengalami kerusakan serta menambah ruang kelas baru bagi sekolah yang masih kekurangan fasilitas belajar.
Selain ruang kelas, Disdikbud juga akan membenahi fasilitas penunjang seperti halaman sekolah. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung berbagai aktivitas siswa, mulai dari upacara hingga kegiatan sekolah lainnya.
Bidang sanitasi juga menjadi perhatian. Heriansyah menyebut pembangunan dan perbaikan toilet sekolah akan dilakukan dengan memperhatikan aspek kelayakan, keamanan, serta pemisahan fasilitas untuk siswa laki-laki dan perempuan.
“Penataan fasilitas sanitasi ini penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman,” jelasnya.
Untuk jenjang pendidikan anak usia dini, Disdikbud Kukar juga menyiapkan pembangunan pagar sekolah. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan siswa dan menjaga lingkungan belajar tetap terkendali.
Saat ini, Disdikbud Kukar masih menghitung kebutuhan anggaran secara rinci. Penghitungan tersebut dilakukan karena tingkat kerusakan dan kebutuhan pembangunan di setiap sekolah berbeda-beda.
Ke depan, Disdikbud Kukar juga akan menyusun Analisis Standar Belanja (ASB). Dokumen ini akan digunakan sebagai acuan dalam perencanaan anggaran agar penggunaan dana pendidikan lebih efisien, terukur, dan tepat sasaran.
Pemenuhan infrastruktur pendidikan ditargetkan berjalan bertahap hingga 2027. Setelah kebutuhan dasar sarana dan prasarana sekolah tertangani, fokus pembangunan pendidikan akan diarahkan pada peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kesejahteraan guru. (atr/bby)








