Menu

Mode Gelap

Advertorial · 27 Sep 2025 14:47 WITA

Dari 4 RT, Bank Sampah Al Hidayah Maluhu Kini Diminati Warga Kelurahan Sekitar


Papan informasi jadwal penerimaan sampah di Bank Sampah Al Hidayah, Maluhu, Kukar, yang kini menarik warga hingga lintas kelurahan (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Papan informasi jadwal penerimaan sampah di Bank Sampah Al Hidayah, Maluhu, Kukar, yang kini menarik warga hingga lintas kelurahan (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sebuah gerakan kecil yang lahir dari 4 RT di Kelurahan Maluhu, Kutai Kartanegara, kini menjelma menjadi magnet baru bagi warga di wilayah lain. Bank Sampah Al Hidayah, yang awalnya berdiri dengan sistem sumbangan sederhana, perlahan tumbuh menjadi wadah bersama dalam mengelola sampah sekaligus memperkuat solidaritas sosial.

Sugiarto, Ketua Bank Sampah Al Hidayah, mengisahkan awal mula terbentuknya. “Awalnya hanya dari 4 RT dengan sistem sumbangan,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025). Saat itu, warga sepakat membawa sampah rumah tangga bukan untuk dijual demi keuntungan pribadi, melainkan sebagai bentuk partisipasi guna mendukung kegiatan sosial dan pendidikan di lingkungan.

Seiring waktu, inisiatif itu mendapat sambutan lebih luas. Warga dari RT lain mulai bergabung, bahkan dari kelurahan sekitar ikut serta. Mereka datang dengan dua pola: ada yang tetap menyumbangkan sampahnya, ada juga yang memilih sistem tabungan, di mana sampah dicatat dan bisa ditukar kembali dengan nilai ekonomi.

Menurut Sugiarto, perkembangan ini menjadi bukti adanya perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah. “Sekarang sudah ada juga dari kelurahan lain yang ikut menyumbangkan sampah,” katanya. Ia menegaskan, sampah bukan lagi dipandang sekadar masalah, tetapi bisa menjadi peluang untuk menghadirkan manfaat nyata.

Lebih dari sekadar jumlah anggota yang bertambah, perkembangan Bank Sampah Al Hidayah mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif warga. Gerakan ini menghadirkan manfaat ganda: lingkungan menjadi lebih bersih, sementara hasil pengelolaan sampah dapat mendukung kegiatan sosial, seperti membantu Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan memberikan santunan bagi warga yang membutuhkan.

“Yang terpenting bukan seberapa besar hasil yang didapat, tapi seberapa jauh kita bisa mengajak masyarakat peduli dan ikut bergerak,” pungkas Sugiarto. Bank Sampah Al Hidayah kini tak hanya menjadi tempat menampung sampah, tetapi juga simbol gotong royong lintas wilayah. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Raperda Pariwisata Kukar Diminta Pastikan Warga Sekitar Destinasi Ikut Sejahtera

2 Juni 2026 - 18:15 WITA

Raperda Pariwisata Kukar

Lakon “Ibu Negara” Hadirkan Raja Mirip Prabowo, MetaKarsa Bawa Kegelisahan Sosial ke Panggung

2 Juni 2026 - 18:09 WITA

Ibu Negara

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Kukar Cegah Tumpang Tindih Bantuan Gizi

1 Juni 2026 - 18:09 WITA

transfer pusat Kukar

PAD Kukar Baru Diproyeksi Rp800 Miliar, Aulia Bidik Potensi Pajak Baru

1 Juni 2026 - 18:03 WITA

PAD Kukar

Dari Kontes Motor, Greyfit Modifest 2026 Dorong Ekosistem Otomotif Lokal

1 Juni 2026 - 13:32 WITA

Greyfit Modifest 2026

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Pemkab Kukar Tahan Sejumlah Kegiatan

30 Mei 2026 - 15:57 WITA

transfer pusat
Trending di Pemerintahan