okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Setahun menjabat sebagai anggota DPRD Kutai Kartanegara, Rahmat Dermawan memilih cara berbeda untuk menyampaikan kinerjanya ke publik: melalui film dokumenter berdurasi 35 menit.
Film berjudul “Penyambung Lidah Masyarakat” itu diputar dalam kegiatan halal bihalal yang digelar di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Muara Jawa, baru-baru ini. Muara Jawa menjadi lokasi kedua setelah penayangan sebelumnya di wilayah lain.
Berbeda dari laporan kinerja konvensional, film tersebut memuat dokumentasi aktivitas Rahmat selama menjabat tanpa skenario. Mulai dari pertemuan dengan petani, nelayan, ketua RT, hingga kelompok rentan, seluruhnya dirangkai dalam satu alur visual.
Rahmat mengatakan, pendekatan ini dipilih sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat atas amanah yang diemban selama menjabat.
“Melalui film ini, kami ingin menunjukkan apa saja yang telah dikerjakan. Ini bagian dari tanggung jawab moral kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, penyampaian kinerja melalui media visual dapat menjadi cara yang lebih mudah dipahami publik, sekaligus menghadirkan gambaran langsung aktivitas wakil rakyat di lapangan.
Kegiatan pemutaran film tersebut juga dirangkai dengan halal bihalal bersama masyarakat. Menurut Rahmat, momentum itu dimanfaatkan untuk menjaga kedekatan sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
“Ini ruang silaturahmi sekaligus kesempatan bagi kami untuk tetap dekat dan mendengar masyarakat,” katanya.
Film tersebut menjadi bagian dari refleksi satu tahun masa jabatan Rahmat Dermawan sebagai anggota DPRD Kukar, sekaligus upaya menyampaikan kerja-kerja legislasi dalam bentuk yang lebih terbuka kepada publik. (atr/bby)








