Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 27 Sep 2025 14:46 WITA

Dari Sampah Jadi Berkah, Bank Sampah Al Hidayah Maluhu Bina Warga Kelola Limbah Organik dan Anorganik


 Produk olahan Bank Sampah Al Hidayah berupa kompos dimanfaatkan warga Maluhu untuk menanam sayuran di pekarangan rumah (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Produk olahan Bank Sampah Al Hidayah berupa kompos dimanfaatkan warga Maluhu untuk menanam sayuran di pekarangan rumah (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Daun kering yang biasanya berakhir di tumpukan sampah, di Kelurahan Maluhu justru menjadi awal sebuah perubahan. Bank Sampah Al Hidayah menjadikan limbah itu sebagai bahan baku kompos, lalu mengalirkannya kembali ke masyarakat melalui program pemberdayaan ibu-ibu Dasawisma.

Sugiarto, Ketua Bank Sampah Al Hidayah, menjelaskan cara sederhana yang mereka terapkan. “Setiap rumah kami bagikan dua karung: satu untuk sampah organik, satu lagi untuk anorganik,” ungkapnya. Dengan cara itu, warga terbiasa memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Sampah organik berupa daun kering kemudian diolah menjadi kompos. Kompos ini didistribusikan kepada ibu-ibu Dasawisma untuk menanam sayuran di pekarangan rumah. Hasil panen yang dijual menjadi sumber tambahan dana, dan keuntungannya disumbangkan kembali untuk mendukung kegiatan Taman Pendidikan Quran (TPQ). Siklus kecil ini bukan hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga menggerakkan ekonomi keluarga.

Untuk sampah anorganik, Bank Sampah Al Hidayah tidak selektif. “Semuanya kami tampung. Meskipun tidak laku dijual, tetap saya terima. Karena tujuan utama kami adalah menjaga lingkungan tetap bersih,” kata Sugiarto. Salah satu contoh paling nyata adalah botol kaca. Jika dibuang sembarangan, pecahannya bisa membahayakan. Di bank sampah, botol itu dikumpulkan, sebagian dijual, sebagian lain dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan yang bisa digunakan ulang.

Bagi Sugiarto, nilai dari bank sampah tidak semata-mata soal menukar sampah dengan uang. Lebih jauh, ini tentang kesadaran kolektif menjaga lingkungan dan menyalurkan manfaat kepada masyarakat. “Kami ingin sampah yang ada justru membawa berkah,” ujarnya.

Kini, Bank Sampah Al Hidayah Maluhu menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah bisa bersanding dengan misi sosial. Dari daun kering hingga botol kaca, setiap limbah yang tertangani berarti selangkah lebih dekat pada lingkungan yang sehat dan masyarakat yang berdaya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Arbizz Space Batasi Wahana Permainan, Maksimal 40 Unit saat Akhir Pekan

28 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Pemkab Kukar Alokasikan Anggaran Umrah Gratis bagi Pemuka Agama Mulai 2027

28 Oktober 2026 - 14:48 WITA

Kukar Idaman Terbaik Dorong Solusi Air Bersih hingga Wilayah Pesisir

28 Oktober 2026 - 14:47 WITA

RT-KU Terbaik Jadi Langkah Kukar Perkuat Infrastruktur Digital hingga Permukiman

28 Oktober 2026 - 14:31 WITA

Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Kukar Ajak Generasi Muda Terlibat Aktif dalam Pembangunan

28 Oktober 2026 - 13:41 WITA

Tabang Masih Kerap Padam, Bupati Kukar Dorong Pemerataan Manfaat Batu Bara Lewat PLTU

27 Oktober 2026 - 20:26 WITA

Trending di Advertorial