Menu

Mode Gelap

Pemkab Kutai Kartanegara · 1 Jun 2023 14:31 WITA

Desa Muara Enggelam Menjadi Daerah Penghasil Ikan Segar Maupun Asin


proses pengeringan ikan asin (istimewa) Perbesar

proses pengeringan ikan asin (istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Desa Muara Enggelam, yang terletak di Kecamatan Muara Wis di Kutai Kartanegara (Kukar), merupakan daerah penghasil ikan air tawar yang signifikan. Kemampuan desa untuk menghasilkan ikan segar dan mengolahnya menjadi ikan asin merupakan salah satu pendapatan masyarakat.

Dengan mengolah ikan menjadi ikan asin, nilai jualnya dapat meningkat. Proses pengasinan memberikan keuntungan tambahan dalam hal daya tahan produk dan keberlanjutan pasokan ikan. Ikan asin juga memiliki umur simpan yang lebih lama daripada ikan segar, sehingga memungkinkan mereka untuk dijual dan didistribusikan ke pasar yang lebih luas.

Selain itu, pengolahan ikan asin juga dapat memberikan peluang usaha lokal dan membantu memperluas pasar bagi petani ikan dan pengolah ikan di Desa Muara Enggelam. Ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru dalam sektor pengolahan ikan.

Kepala Desa Muara Enggelam Madi mengungkapkan bahwa di desanya mayoritas berprofesi sebagai nelayan, sisanya pegawai. Sehingga tidak heran kalau Muara Enggelam menjadi daerah penyuplai ikan di Kukar.

“Untuk nelayan kami penghasilannya tergantung musim, kalau musim kemarau hasil ikannya melimpah dan kalau musim hujan ikan agak kurang,” ungkapnya.

Ia mengatakan dari hasil ikan segar yang diperoleh nelayan seperti ikan baung, jelawat, kendia, biawan, dan haruan dijualnya ke pengepul yang nantinya dikirim ke Tenggarong dan Samarinda. Dan untuk produk ikan asin pemasarannya sudah menembus ke luar daerah seperti Jakarta dan Bandung.

“Selain itu, ada produk lain yaitu ikan asap yang terkenal disana, tapi hasilnya tidak banyak karena bahanya susah dicari yaitu ikan baung,” jelasnya.

Ia menyebut untuk saat ini yang tengah dibenahi oleh pemerintah desa adalah maraknya aksi ilegal fishing yang sangat meresahkan. Dimana mereka menguasai, artinya tidak mau berbagi dengan nelayan yang lain.

“Kami berharap dari pemerintah turut serta berperan membenahi ilegal fishing di daerah kami di hulu sana. Upaya ini dilakukan agar nantinya masyarakat bisa sejahtera dan tidak ada lagi ilega fishing,”tutupnya. (adv/diskominfo/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kukar Tegaskan Sikap Terkait Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Tenggarong Seberang

15 Agustus 2025 - 19:44 WITA

Bupati Kukar Edi Damansyah Pastikan Pujasera Akan Jadi Ikon Baru Pengembangan Komunitas Kuliner Kukar

12 September 2024 - 14:44 WITA

Tak Ambil Pusing Pencalonannya di Pilkada 2024, Edi Damansyah Fokus Sejahterakan Rakyat

19 Mei 2024 - 16:10 WITA

Penasihat DWP Kementerian Kelautan dan Perikanan Lakukan Kunjungan ke Musium Mulawarman

27 April 2024 - 14:25 WITA

Tingkatkan Usaha Pelaku UMKM, Rendi Solihin Ajak Masyarakat Manfaatkan Kredit Kukar Idaman

24 Januari 2024 - 13:30 WITA

Rendi Solihin Pastikan Beasiswa Kukar Idaman Kembali Dibuka di 2024

23 Januari 2024 - 20:22 WITA

Trending di Pemkab Kutai Kartanegara