okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Atlet-atlet disabilitas di bawah binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kutai Kartanegara terus menorehkan prestasi membanggakan di berbagai ajang, termasuk Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas). Mereka kerap menjadi andalan tim Kalimantan Timur, membawa harum nama daerah hingga tingkat nasional.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi besar para atlet disabilitas tersebut. Ia menyebutkan bahwa kiprah mereka menunjukkan Kukar tidak kekurangan talenta berbakat di bidang olahraga.
“Prestasi mereka terus tumbuh, dan yang membanggakan, mereka mampu bersaing di level nasional secara konsisten,” ujar Ali saat diwawancarai pada Jumat (9/52025).
Melihat potensi besar ini, Dispora Kukar kini tengah menyusun langkah strategis untuk memperluas pembinaan atlet disabilitas. Salah satu program yang akan diluncurkan adalah talent scouting atau pencarian bakat yang menyasar seluruh kecamatan, termasuk wilayah pelosok.
Ali menilai banyak anak-anak berkebutuhan khusus di desa-desa yang belum terjangkau pembinaan, meskipun memiliki potensi luar biasa. Selama ini, pembinaan lebih terfokus di wilayah pusat kota.
“Banyak talenta tersembunyi di kecamatan-kecamatan. Beberapa atlet terbaik kita bahkan berasal dari daerah terpencil, seperti atlet angkat berat dari Tabang dan atlet tenis meja dari Kenohan,” jelasnya.
Program pencarian bakat ini diharapkan mampu menjangkau anak-anak disabilitas yang selama ini kurang mendapat akses terhadap pelatihan dan informasi. Dispora Kukar menargetkan agar semua anak, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi di bidang olahraga.
“Ini pekerjaan rumah kita bersama. Kita harus membuka jalan agar anak-anak disabilitas di seluruh pelosok Kukar bisa mendapatkan pembinaan yang layak,” pungkas Ali.(adv/disporakukar/atr/ob1/ef)








