Menu

Mode Gelap

PERTANIAN · 21 Mei 2026 19:19 WITA

Distanak Kukar Periksa 7.089 Hewan Kurban, Label Sehat Jadi Syarat Dijual


Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Rifani. (Istimewa) Perbesar

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Rifani. (Istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Sebanyak 7.089 hewan kurban di Kutai Kartanegara telah menjalani pemeriksaan kesehatan menjelang Iduladha 2026. Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar hanya memberikan label sehat kepada hewan yang dinyatakan layak dijual untuk kurban.

Plt Kepala Distanak Kukar, Rifani, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

“Pemeriksaan ini untuk memastikan hewan yang dijual ke masyarakat benar-benar sehat dan layak dijadikan hewan kurban,” ujar Rifani saat ditemui, Kamis (21/5/2026).

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban telah dilakukan sejak sebulan terakhir melalui lima puskeswan yang menjangkau 20 kecamatan di Kukar. Petugas medik veteriner diterjunkan untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Rifani menjelaskan, pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan, kesehatan umum, serta indikasi penyakit tertentu. Hewan yang tidak memenuhi syarat tidak akan mendapatkan label sehat.

“Kalau tidak sehat tentu tidak kita keluarkan label sehatnya, sehingga tidak boleh dijual untuk kurban,” tegasnya.

Hingga pertengahan Mei 2026, Distanak Kukar mencatat 6.261 ekor sapi, 825 ekor kambing, dan 3 ekor kerbau telah diperiksa. Hewan yang lolos pemeriksaan kemudian diberi label khusus sebagai tanda layak dijual untuk kebutuhan kurban.

Menurut Rifani, pemeriksaan saat ini masih difokuskan di wilayah Tenggarong. Beberapa titik pemeriksaan masih diselesaikan sebelum pelaksanaan penandaan simbolis bersama Pemerintah Kabupaten Kukar.

Ia mengakui pengawasan hewan kurban tahun ini menghadapi tantangan karena jumlah dokter hewan di Kukar masih terbatas. Meski demikian, pemeriksaan tetap berjalan dengan dukungan tenaga medik veteriner di lapangan.

“Petugas lapangan melakukan pemeriksaan awal terlebih dahulu, setelah dinyatakan aman baru dokter hewan menerbitkan sertifikat sehat,” jelasnya.

Selain memeriksa kesehatan hewan, Distanak Kukar juga memantau ketersediaan stok hewan kurban agar tetap mencukupi hingga Iduladha. Sebagian besar pasokan berasal dari peternak lokal Kukar, ditambah distribusi dari luar daerah seperti Nusa Tenggara Timur.

Wilayah pesisir menjadi salah satu kawasan dengan aktivitas pemeriksaan tertinggi tahun ini. Kecamatan Samboja disebut ikut melayani distribusi hewan kurban ke wilayah sekitar, seperti Samboja Barat, Sangasanga, dan Muara Jawa.

Rifani memastikan hingga saat ini belum ada temuan penyakit pada hewan kurban yang telah diperiksa petugas.

“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada temuan penyakit. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena hewan yang beredar sudah melalui pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya.

Distanak Kukar masih melanjutkan pemeriksaan hingga menjelang Iduladha. Masyarakat diimbau memastikan hewan kurban yang dibeli telah memiliki label sehat atau sertifikat pemeriksaan dari petugas berwenang. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dibuka Hari Ini, Erau Adat Kutai 2026 Usung Tema “Raja Menjamu Rakyatnya”

20 September 2026 - 14:55 WITA

PKU Muhammadiyah Kukar Mulai Dibangun, Tahap Awal Fokus Satu Lantai

19 September 2026 - 16:03 WITA

Pembukaan Erau 2026 Tetap Digelar, Pemkab Kukar Antisipasi Dampak Asap

19 September 2026 - 16:01 WITA

Pelantikan 58 Pejabat Kukar Dipercepat, Camat Diminta Gerak Cepat Tangani Karhutla dan Krisis Air

18 September 2026 - 19:39 WITA

Wujud Solidaritas Karhutla Eros Basketball Community Gelar Aksi Sosial di Simpang 4 Lembuswana

18 September 2026 - 19:02 WITA

Kabut Asap Makin Pekat, ISPU Tenggarong Tembus 210,5, Warga Mulai Keluhkan Gangguan Pernapasan

18 September 2026 - 15:09 WITA

Trending di Home