okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Kartanegara terus memperkuat upayanya dalam pemberdayaan masyarakat dengan memastikan pelatihan kerja yang inklusif dan tepat sasaran. Dalam pelatihan pertukangan mebel yang diadakan di Kelurahan Baru, Distransnaker melibatkan 10 peserta, dengan 30 persen di antaranya berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Kepala Bidang Perencanaan dan Penempatan Tenaga Kerja, Syarifah Rosita, menyatakan bahwa pemilihan peserta yang sebagian besar terdata di DTKS bertujuan untuk memberikan peluang kepada kelompok rentan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. “Kami memastikan 30 persen peserta berasal dari DTKS. Ini sebagai upaya agar program ini dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan dan kualitas hidup,” ujar Rosita, Kamis (5/12/2024).
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini tak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga dilengkapi dengan bantuan alat pertukangan seperti kunci-kunci, genset, dan perlengkapan mebel lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat digunakan peserta untuk memulai usaha mandiri atau meningkatkan produktivitas kerja mereka.
Rosita menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. “Harapan kami, peserta yang telah dilatih dapat memanfaatkan keterampilan dan alat yang diberikan untuk membuka peluang usaha baru. Bahkan, jika usaha tersebut berkembang, mereka dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” jelasnya.
Langkah ini merupakan salah satu strategi Distransnaker Kukar untuk menekan angka pengangguran dan mengurangi tingkat kemiskinan di daerah. Dengan program pelatihan yang inklusif dan berorientasi pada kemandirian, pemerintah optimis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan.(adv/distransnakerkukar/atr/ob1/ef)









