Menu

Mode Gelap

Advertorial · 1 Okt 2025 13:51 WITA

DLHK Kukar Awasi Ketat Karhutla Lahan Gambut di Musim Kemarau


Potret kebakaran hutan di lahan gambut. (Istimewa) Perbesar

Potret kebakaran hutan di lahan gambut. (Istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sekitar 30 persen wilayah Kutai Kartanegara merupakan lahan gambut. Kondisi ini membuat karhutla lahan gambut Kukar menjadi ancaman serius yang tak bisa dianggap remeh.

Sekretaris DLHK Kukar, Taufik, menegaskan lahan gambut berbeda dengan tanah mineral. Jika terbakar, api bisa menjalar di bawah permukaan. Meskipun terlihat padam di atas, bara di dalam tanah sering kali tetap menyala.

“Kebakaran gambut lebih sulit ditangani. Api baru diketahui setelah menyebar luas, dan proses pemadamannya butuh waktu lama,” kata Taufik, Rabu (1/10/2025).

Menurutnya, biaya pemadaman kebakaran gambut jauh lebih besar dan memerlukan peralatan khusus. Karena itu, pemerintah melarang keras praktik pembakaran di area gambut. Risikonya terlalu tinggi untuk dibiarkan.

Taufik menambahkan, karhutla lahan gambut Kukar tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga memicu kabut asap pekat. Asap dari gambut terbakar lebih berbahaya, bertahan lama di udara, dan dapat menjangkau lintas daerah bahkan antarprovinsi.

“Kalau gambut terbakar, dampaknya bisa meluas hingga keluar daerah. Kerugiannya tidak hanya lokal, tapi regional,” ujarnya.

Untuk mencegah hal itu, DLHK Kukar bersama BPBD, TNI, dan Polri memperketat pengawasan di wilayah gambut. Patroli rutin dilakukan di titik rawan, sementara sosialisasi terus digencarkan agar warga tidak lagi menggunakan api sebagai cara membuka lahan.

“Butuh kesadaran bersama. Satu api kecil di lahan gambut bisa berubah menjadi bencana besar,” tegas Taufik.

Selain pengawasan, pemerintah daerah mendorong penerapan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar. Meski biaya awal lebih besar, cara ini dianggap lebih aman dan berkelanjutan.

“Alternatif tanpa bakar memang tidak instan. Tapi dibanding risiko karhutla, pilihan ini jauh lebih masuk akal,” tambahnya.

Dengan memperkuat pencegahan dan meningkatkan kesadaran publik, DLHK Kukar berharap ancaman karhutla lahan gambut Kukar bisa ditekan demi keselamatan lingkungan dan masyarakat. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Distanak Kukar Periksa 7.089 Hewan Kurban, Label Sehat Jadi Syarat Dijual

21 Mei 2026 - 19:19 WITA

hewan kurban kukar

77 Laporan Kekerasan Seksual Masuk di Kukar, Mayoritas Korban Anak

20 Mei 2026 - 18:03 WITA

kekerasan seksual di Kukar

Sapi Bali Paling Dicari, Lapak Kurban di Tenggarong Klaim 70 Persen Stok Terjual

20 Mei 2026 - 17:09 WITA

Sapi Bali di Tenggarong

Di Tengah Demo Samarinda, Drupadi Baladika Bagikan Mawar dan Gelar Tarian Adat

20 Mei 2026 - 16:33 WITA

Drupadi Baladika Kaltim

BNN Sita 92 Kg Sabu dan 1.000 Cartridge Etomidate di Kaltim, Diduga Terkait Jaringan DPO Faturahman

20 Mei 2026 - 11:36 WITA

92 Kg Sabu Kaltim

Aksi Ketuk Pintu Gubernur, Warga Bawa 20 Titik Konflik Agraria ke Pemprov Kaltim

19 Mei 2026 - 16:25 WITA

ketuk pintu gubernur
Trending di Pos-pos Terbaru