Menu

Mode Gelap

Advertorial · 23 Sep 2025 16:10 WITA

DLHK Kukar Catat Timbulan Sampah di Tenggarong Capai 57 Ton Per Hari


Truk pengangkut sampah di Tenggarong dengan tumpukan melebihi kapasitas, mencerminkan tingginya timbulan sampah harian di wilayah tersebut. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Truk pengangkut sampah di Tenggarong dengan tumpukan melebihi kapasitas, mencerminkan tingginya timbulan sampah harian di wilayah tersebut. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Volume sampah di Tenggarong terus menjadi sorotan. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kutai Kartanegara, Irawan, menyebut hasil kajian terbaru menunjukkan rata-rata timbulan sampah di Kukar mencapai 0,49 kilogram per orang per hari.

“Jika dihitung dengan jumlah penduduk Tenggarong sekitar 114 ribu jiwa, maka timbulan sampah mencapai kurang lebih 57 ton per hari,” ungkap Irawan saat ditemui di Tenggarong.

Menurutnya, ada dua faktor utama yang memicu peningkatan timbulan sampah, yaitu pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Semakin padat populasi dan aktif perputaran ekonomi, maka sampah yang dihasilkan pun ikut melonjak.

Irawan menegaskan, peran desa dan kelurahan sangat krusial dalam menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Keberadaan bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) diharapkan mampu menjadi filter awal, sehingga sebagian sampah dapat dimanfaatkan kembali. “Kalau sampah ditangani sejak dari sumbernya, misalnya melalui bank sampah atau pemilahan rumah tangga, maka beban TPA bisa dikurangi. Apalagi kondisi TPA kita sudah overwork,” jelasnya.

DLHK Kukar, lanjut dia, tak hanya berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi juga gencar melakukan edukasi. Program sosialisasi menyasar berbagai lapisan, mulai dari perumahan, sekolah, hingga komunitas. “Mindset masyarakat harus diubah. Sampah bukan hanya barang buangan, tapi juga punya nilai ekonomi,” tegas Irawan.

Sebagai langkah nyata, pemerintah daerah telah memperkuat sistem bank sampah induk yang terhubung dengan unit-unit di desa, kelurahan, dan sekolah. Melalui pendekatan ini, DLHK Kukar berupaya membangun ekosistem ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi sekadar dibuang, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti paving block, bahan bakar alternatif, hingga kerajinan rumah tangga.

Dengan upaya berlapis ini, DLHK Kukar berharap persoalan sampah di Tenggarong tak lagi dipandang sebagai beban lingkungan, tetapi bisa menjadi potensi yang memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketua RT Diminta Teliti Kelola Dana RT-Ku Terbaik, Aulia Ingatkan Tanggung Jawab Anggaran

23 Juni 2026 - 15:36 WITA

RT-Ku Terbaik

DPRD Kukar Minta Temuan BPK soal Honor ASN Dituntaskan dalam 60 Hari

23 Juni 2026 - 15:33 WITA

dprd kukar

RT-Ku Terbaik Diluncurkan, Bupati Aulia Minta Pengawasan Dana RT Diperkuat

23 Juni 2026 - 15:28 WITA

RT-Ku Terbaik Kukar

DPRD Kukar Dorong Keringanan Tunggakan Sewa Eks Tanjung Mangkurawang

22 Juni 2026 - 16:34 WITA

Eks Tanjung Mangkurawang

52 Tim Ikuti Kapolres Kukar Cup Mobile Legends 2026, IESPA Jaring Atlet Muda

20 Juni 2026 - 21:33 WITA

Kapolres Kukar Cup Mobile Legends 2026

Demokrat Kukar Tiga Periode Tanpa Kursi, DPP Dengarkan Paparan Kandidat Ketua

20 Juni 2026 - 21:05 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru