Menu

Mode Gelap

DLHK Kutai Kartanegara · 17 Sep 2025 14:33 WITA

DLHK Kukar Dorong Bank Sampah hingga RT untuk Kurangi Beban TPA


Warga mengumpulkan sampah plastik ke gerobak sebagai bagian dari pengelolaan berbasis masyarakat di Kukar. (Angga/Okeborneo.com) Perbesar

Warga mengumpulkan sampah plastik ke gerobak sebagai bagian dari pengelolaan berbasis masyarakat di Kukar. (Angga/Okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah jalanan sempit dan gang perkampungan, tumpukan botol plastik dan kantong kresek hitam masih menjadi pemandangan sehari-hari. Situasi inilah yang mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) mempercepat penerapan sistem bank sampah hingga ke tingkat rukun tetangga (RT).

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, menegaskan bahwa pola pengelolaan sampah berbasis masyarakat bukan sekadar gagasan, tetapi kebutuhan mendesak di tengah pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan perkotaan. “Bisa juga sebetulnya kalau kita bicara masalah sampah, kita sudah mulai bicara bank sampah OPD, bank sampah sekolah, dan desa. Sebetulnya kalau sekupnya RT kami menyambut dengan senang, karena nanti dengan adanya hubungan sosial masyarakat kemudian terjalin komunikasi di level RT, pengelolaan sampah otomatis lebih mudah,” ujarnya di Tenggarong, Selasa (16/9/2025).

Menurut Slamet, pengelolaan di tingkat RT akan memudahkan pemilahan sejak dari sumbernya. Pola ini dinilai mampu menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang setiap tahun menerima volume sampah kian besar. “Kalau sampah sudah dipilah dari rumah, maka yang masuk ke TPA akan jauh lebih sedikit,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti manfaat ekonomi yang bisa lahir dari program ini. Bank sampah bukan hanya sarana menekan pencemaran, tetapi juga peluang tambahan penghasilan. Sampah plastik, kertas, maupun logam bisa ditukar dengan insentif atau diolah kembali menjadi produk bermanfaat. “Jika sistem ini berjalan, maka masyarakat tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga mendapat keuntungan ekonomi,” tambah Slamet.

DLHK Kukar kini mendorong kolaborasi antara OPD, sekolah, desa, hingga RT untuk memperkuat program bank sampah. Dengan keterlibatan seluruh elemen, Slamet optimistis terbentuk budaya baru dalam pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Harapannya, langkah ini menjadi jawaban atas tantangan besar pengelolaan sampah lima tahun ke depan. (adv/distanakkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sabu Disembunyikan di Rumah Walet, Pria di Muara Kaman Ditangkap Polisi

18 April 2026 - 18:10 WITA

sabu muara kaman

P3K Mundur Lebih Dihargai, Bupati Kukar: Daripada Terima Tapi Tak Pernah Datang

18 April 2026 - 16:55 WITA

P3K Kukar

Kratom Jadi Sumber Duit Baru, Kukar Produksi Ratusan Ton, Kaltara Siap Ikut

17 April 2026 - 17:48 WITA

kratom kukar

60 Persen Wilayah Batuah Masuk Kawasan IKN, Warga Diminta Patuhi Penertiban Hutan

17 April 2026 - 16:02 WITA

desa batuah

Sempat Ditutup karena Limbah, SPPG di Kukar Kini Beroperasi Lagi, Sudah Aman?

17 April 2026 - 15:16 WITA

SPPG Kukar

Harus Tinggalkan Rumah hingga Sewa Tempat Baru, P3K Kukar Pilih Resign

16 April 2026 - 18:46 WITA

P3K Kukar
Trending di Pemerintahan