Menu

Mode Gelap

Advertorial · 23 Sep 2025 16:05 WITA

DLHK Kukar Dorong Pemanfaatan TPS 3R, Tantangan Ubah Kesadaran Masyarakat


Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara terus memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui berbagai program yang dikemas dalam inisiatif Dedikasi Kukar Peduli Lingkungan dengan slogan “Jaga Lingkungan Lestari.” Fokus utama dari program ini adalah memastikan fasilitas pengelolaan sampah yang telah tersedia benar-benar digunakan optimal oleh masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang tersebar hingga ke lingkungan sekolah. Kehadiran fasilitas ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya, sekaligus mengurangi beban sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Namun, menurutnya, tantangan utama bukan lagi pada penyediaan sarana, melainkan pada kesadaran masyarakat. “PR kita adalah bagaimana mengubah mindset masyarakat agar benar-benar memanfaatkan fasilitas yang ada. Sayangnya, masih ada yang membuang sampah sembarangan meskipun sudah disiapkan tempat pemilahan,” ujar Irawan di ruang kerjanya, Tenggarong.

Irawan menegaskan, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah bukanlah sesuatu yang instan. Dibutuhkan proses panjang berupa edukasi berkelanjutan. Karena itu, DLHK Kukar secara aktif melibatkan sekolah, komunitas, dan organisasi masyarakat dalam berbagai program lingkungan. Melalui kegiatan edukasi dan praktik langsung, masyarakat diperkenalkan pada pentingnya memilah sampah organik dan anorganik, serta bagaimana sampah dapat bernilai ekonomis bila dikelola dengan baik.

Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan DLHK tidak hanya bersifat sosialisasi formal, tetapi juga melalui kegiatan kreatif, seperti lomba kebersihan, bank sampah sekolah, hingga pelatihan daur ulang berbasis komunitas. “Kalau mindset sudah berubah, fasilitas yang ada akan berjalan maksimal, dan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tapi sebagai sumber daya,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, DLHK berharap TPS 3R bukan sekadar bangunan atau fasilitas yang berdiri di tengah permukiman, melainkan benar-benar menjadi pusat aktivitas masyarakat dalam menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dugaan Keracunan MBG Sebulu, Satgas Siaga 24 Jam di Puskesmas

3 Agustus 2026 - 20:55 WITA

MBG Sebulu

Usai Santap MBG, 46 Orang di Sebulu Alami Pusing dan Sakit Perut

3 Agustus 2026 - 17:40 WITA

MBG Sebulu

Hadapi Penipuan Digital, Polda Kaltim Luncurkan Cyber Resilient Community

3 Agustus 2026 - 16:17 WITA

Cyber Resilient Community Polda Kaltim

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar
Trending di Hukum - Kriminal