Menu

Mode Gelap

Advertorial · 8 Okt 2025 18:53 WITA

DLHK Kukar Fokus Pembangunan Bank Sampah dan TPA di 2025


Mesin press sampah di salah satu bank sampah di Kukar sebagai bagian program pengelolaan sampah 2025. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Mesin press sampah di salah satu bank sampah di Kukar sebagai bagian program pengelolaan sampah 2025. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pembangunan bank sampah dan TPA menjadi fokus utama DLHK Kutai Kartanegara sepanjang 2025. Program ini dirancang untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, menjelaskan bahwa beberapa bank sampah kini tengah dibangun di tingkat desa. Di sisi lain, pengembangan TPA berjalan paralel, baik dari konstruksi maupun penyelesaian dokumen perizinan lingkungan.

“Pembangunannya masih berlanjut, ada yang sedang dalam proses perizinan, dan ada juga yang sudah masuk tahap konstruksi,” kata Slamet.

DLHK Kukar tidak bisa bekerja sendiri. Sebagian besar anggaran pembangunan berasal dari Dinas Pekerjaan Umum (PU). Karena itu, progres pekerjaan mengikuti alokasi yang ditetapkan PU. “Kalau belum dianggarkan PU, kami juga tidak bisa langsung jalan meskipun usulan sudah ada,” jelas Slamet.

Selain dukungan PU, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang terkait ketersediaan lahan. Beberapa desa bahkan siap menghibahkan aset lahan demi mempercepat pembangunan TPA.

Untuk tahun ini, Slamet menegaskan bahwa dua kecamatan yang menjadi prioritas adalah Loa Janan dan Kota Bangun. Wilayah lain, seperti Marangkayu, masih menunggu penyelesaian perizinan sebelum masuk tahap pembangunan.

Menurut Slamet, pembangunan bank sampah dan TPA bukan hanya soal infrastruktur. Lebih jauh, bank sampah di desa-desa akan menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Sampah anorganik bisa dijual ke Bank Sampah, sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi kompos.

Dengan pola ini, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga bisa memperoleh penghasilan tambahan. “Kalau dikelola dengan baik, bank sampah bisa jadi peluang ekonomi baru,” ungkap Slamet.

DLHK Kukar berharap kehadiran bank sampah dan TPA baru akan menekan volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir. Langkah ini juga diharapkan memperpanjang usia TPA eksisting sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kukar Siapkan Opsi Baru untuk Hidupkan Kembali Tangga Arung Square dan Bioskop

22 Agustus 2026 - 15:48 WITA

14 Pejabat Kukar Dilantik, Bupati Sebut Pengisian Jabatan Masih Berjalan

21 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Berawal dari Minta Tumpangan, Pria di Muara Kaman Diduga Serang Korban di Kebun Sawit

21 Agustus 2026 - 20:46 WITA

Erau 2026 Dikawal Kejari Kukar, Pemkab Pastikan Pelaksanaan Sesuai Aturan

20 Agustus 2026 - 19:43 WITA

Karhutla Picu Kabut Asap hingga Tenggarong, Pemkab Kukar Perkuat Koordinasi Penanganan

20 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Karhutla Dekati Permukiman Pendingin, Empat RT Berpotensi Terdampak

18 Agustus 2026 - 19:40 WITA

Trending di Peristiwa