Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 13 Okt 2025 15:34 WITA

DLHK Kukar Kembangkan Bank Sampah di Sekolah untuk Kurangi Beban TPA


Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, menegaskan pentingnya memperluas bank sampah sekolah untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, menegaskan pentingnya memperluas bank sampah sekolah untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kesadaran menjaga lingkungan perlu tumbuh sejak dini. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) kini fokus memperluas bank sampah sekolah di seluruh wilayah sebagai bagian dari strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan pendidikan lingkungan.

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengatakan bahwa fasilitas dimaksud bukan hanya tempat menampung dan memilah sampah, melainkan juga sarana pembelajaran penting bagi siswa. Melalui kegiatan ini, pelajar diajak memahami nilai daur ulang sekaligus belajar bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.

“Salah satu fokus kami saat ini adalah memperluas keberadaan bank sampah di kelurahan dan sekolah. Harapan kami, semua sekolah di Kukar memiliki bank sampah sendiri sebagai bagian dari pendidikan lingkungan,” ujarnya kepada okeborneo.com, Senin (13/10/2025).

Menurut Slamet, fasilitas tersebut dapat membantu menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui sistem pemilahan di sumber, hanya sampah residu atau yang tidak bisa dimanfaatkan lagi yang dikirim ke TPA.

“Konsepnya sederhana: sampah harus dikelola di sumbernya. Jika sekolah, desa, dan rumah tangga sudah terbiasa memilah, beban TPA akan berkurang drastis,” tegasnya.

DLHK Kukar juga menyiapkan pembinaan dan pendampingan bagi pengelola bank sampah di tingkat kecamatan dan sarana pendidikan. Upaya ini memastikan sistem berjalan efektif dan berkelanjutan, sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui kegiatan daur ulang.

Selain meningkatkan kebersihan, pengelolaan bank sampah sekolah juga diharapkan mendorong kreativitas pelajar. Siswa dapat mengolah sampah menjadi produk bernilai jual seperti kerajinan tangan, pupuk organik, atau bahan edukatif lain. Dengan begitu, kegiatan lingkungan menjadi lebih menarik dan berdampak luas.

“Kami ingin kebersihan dan pengelolaan sampah menjadi budaya di sekolah. Jika anak-anak sudah terbiasa memilah dan mengelola sampah, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan,” pungkas Slamet. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pabrik Rumput Laut Muara Badak Belum Beroperasi, Kukar Siapkan Rp10 Miliar untuk Fasilitas Pendukung

5 Oktober 2026 - 21:40 WITA

Usai Tampil di Erau 2026, 350 Penari Terima Honor Rp1,4 Juta

5 Oktober 2026 - 21:22 WITA

HUT ke-81 TNI, Pemkab Kukar Perkuat Sinergi Bersama Jajaran TNI

5 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Kebakaran Besar di Danau Aji Tenggarong, Puluhan Bangunan Dilaporkan Terbakar

5 Oktober 2026 - 21:17 WITA

KAHMI Kukar Perkuat Soliditas dan Sinergi Pembangunan di Milad ke-60

4 Oktober 2026 - 15:24 WITA

Arbizz Space Diluncurkan, Aulia Harap Jadi Pusat Aktivitas UMKM dan Rekreasi di Kukar

4 Oktober 2026 - 11:28 WITA

Trending di Advertorial