Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 23 Sep 2025 16:19 WITA

DLHK Kukar Kembangkan Produk Olahan Sampah, dari Lilin hingga Souvenir Pernikahan


 Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menjelaskan inovasi produk olahan sampah yang bernilai ekonomis. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menjelaskan inovasi produk olahan sampah yang bernilai ekonomis. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Sampah sering kali dipandang sebagai beban, sesuatu yang hanya menunggu untuk dibuang. Namun, ketika dikelola dengan inovasi, limbah justru dapat berubah menjadi sumber daya yang memberi manfaat ekonomi sekaligus memperkaya kreativitas masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kutai Kartanegara, Irawan, menyebut pengelolaan sampah tidak hanya terbatas pada pemilahan dan pengurangan volume di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Lebih dari itu, sampah bisa diolah menjadi produk yang bernilai dan bermanfaat. Salah satu contoh adalah pembuatan lilin dari minyak jelantah yang telah dimanfaatkan sebagai souvenir pernikahan maupun acara seremonial lainnya. “Hal-hal seperti ini menunjukkan bahwa sampah bisa bernilai ekonomis jika dikelola dengan baik,” ujarnya di Tenggarong.

Berbagai produk inovasi pengolahan sampah akan ditampilkan DLHK Kukar dalam kegiatan bersama PKK dan Dharma Wanita pada 30 September mendatang. Gelaran ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga inspirasi agar masyarakat semakin terdorong untuk ikut terlibat dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Irawan mengakui, pengembangan bank sampah dari tingkat RT, desa, hingga kelurahan memang tidak lepas dari tantangan. Hambatan mulai dari keterbatasan sarana, minimnya kesadaran, hingga pola pikir masyarakat yang masih menganggap sampah sekadar limbah menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi. “Tidak mungkin tidak ada hambatan. Tapi itu harus dijawab dengan upaya berkelanjutan, pendampingan, serta perubahan pola pikir masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan bank sampah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Dengan edukasi yang konsisten dan pendampingan yang tepat, ia optimistis gerakan pengelolaan sampah akan berjalan berkesinambungan. Selain berdampak langsung pada kebersihan lingkungan, inisiatif ini juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga. “Kalau mindset sudah berubah, sampah tidak lagi dianggap beban, tapi bisa menjadi peluang,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Arbizz Space Batasi Wahana Permainan, Maksimal 40 Unit saat Akhir Pekan

28 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Pemkab Kukar Alokasikan Anggaran Umrah Gratis bagi Pemuka Agama Mulai 2027

28 Oktober 2026 - 14:48 WITA

Kukar Idaman Terbaik Dorong Solusi Air Bersih hingga Wilayah Pesisir

28 Oktober 2026 - 14:47 WITA

RT-KU Terbaik Jadi Langkah Kukar Perkuat Infrastruktur Digital hingga Permukiman

28 Oktober 2026 - 14:31 WITA

Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Kukar Ajak Generasi Muda Terlibat Aktif dalam Pembangunan

28 Oktober 2026 - 13:41 WITA

Tabang Masih Kerap Padam, Bupati Kukar Dorong Pemerataan Manfaat Batu Bara Lewat PLTU

27 Oktober 2026 - 20:26 WITA

Trending di Advertorial