Menu

Mode Gelap

Advertorial · 8 Okt 2025 21:35 WITA

DLHK Kukar Tegaskan Komitmen Kawal AMDAL Kawasan Industri Mahakam


DLHK Kukar mengikuti pemaparan hasil kajian awal AMDAL Kawasan Industri Mahakam di Tenggarong. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

DLHK Kukar mengikuti pemaparan hasil kajian awal AMDAL Kawasan Industri Mahakam di Tenggarong. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – AMDAL Kawasan Industri Mahakam menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara. Lembaga ini menegaskan komitmennya mengawal penyusunan dokumen agar pembangunan industri tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kukar, Yudiarta, menilai hasil kajian awal yang dipaparkan tim penyusun menjadi pijakan penting. Temuan tersebut, katanya, harus diolah komprehensif agar menghasilkan dokumen AMDAL yang akurat. “Temuan-temuan ini menjadi acuan memastikan pembangunan kawasan industri berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan,” ujar Yudiarta.

Menurutnya, setiap aspek lingkungan—mulai dari air, tanah, udara, hingga ekosistem sekitar—wajib mendapat perhatian serius. Pemerintah daerah tidak ingin potensi dampak hanya terdeteksi setelah proyek berjalan. Dengan dokumen AMDAL yang kuat, mitigasi bisa disiapkan sejak dini.

Yudiarta menegaskan, keseimbangan antara kebutuhan industri dan kelestarian lingkungan menjadi prinsip utama. “Pembangunan harus berjalan, tapi kelestarian lingkungan juga wajib dijaga. Itu komitmen kami,” tegasnya.

DLHK Kukar juga menekankan pentingnya transparansi dan pelibatan publik dalam setiap tahapan. Menurut Yudiarta, konsultasi terbuka dengan masyarakat sekitar kawasan industri menjadi bagian penting agar semua pihak memahami potensi dampak sekaligus solusi yang dirancang.

Dengan pengawalan ketat ini, DLHK Kukar berharap dokumen AMDAL Kawasan Industri Mahakam tidak hanya menjadi persyaratan administratif. Lebih dari itu, dokumen tersebut harus menjadi pedoman nyata dalam mengelola dampak lingkungan dari aktivitas industri berskala besar.

“Kalau dokumen AMDAL benar-benar dijadikan acuan, maka pembangunan bisa berkelanjutan. Industri tetap tumbuh, sementara lingkungan tetap terlindungi,” pungkas Yudiarta. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rahmat Dermawan Usul Pedagang Tahura Direlokasi ke Lahan Pemkab KM 50

30 April 2026 - 19:52 WITA

Pedagang Tahura

Terancam Sanksi Pidana, Warga Warung Panjang Minta Kejelasan Nasib di Tahura KM 54

30 April 2026 - 14:06 WITA

warga warung panjang

63 Pasangan di Kukar Akhirnya Dapat Legalitas Pernikahan Tanpa Biaya APBD

29 April 2026 - 20:38 WITA

legalitas pernikahan

Pedagang Tahura KM 54 Terancam Ditertibkan, Rendi Solihin Siap Pasang Badan

29 April 2026 - 09:41 WITA

Pedagang Tahura KM 54

Air PDAM Tenggarong Ditarget Lebih Deras, Kapasitas Bekotok Naik Jadi 250 Liter per Detik

28 April 2026 - 16:49 WITA

Air PDAM Tenggarong

Tembus Rawa, Jalan Baru Kukar-Kutim Mulai Dibangun Tanpa APBD

28 April 2026 - 16:38 WITA

jalan baru kukar-kutim
Trending di Pemerintahan