Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 14 Agu 2025 09:50 WITA

DPRD Kukar Desak Pemerataan Pembangunan di Semua Kecamatan


 Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani memberikan keterangan kepada awak media. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani memberikan keterangan kepada awak media. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, meminta pemerintah daerah agar lebih serius memastikan pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan. Ia menilai hingga saat ini masih ada ketimpangan dalam distribusi anggaran infrastruktur yang menyebabkan perbedaan signifikan dalam kualitas pembangunan antarwilayah.

Menurut Ahmad Yani, pemerataan pembangunan merupakan kunci keadilan bagi seluruh masyarakat Kukar. Selama ini, kata dia, masih terdapat kecamatan yang tertinggal dari sisi infrastruktur dasar, seperti jalan dan sarana umum lainnya.

“Kita tidak ingin ada kecamatan yang merasa dianaktirikan. Pemerintah harus punya skema pembagian anggaran infrastruktur yang lebih proporsional,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).

Ia menilai, setiap kecamatan seharusnya memiliki alokasi anggaran yang relatif seimbang, yakni sekitar Rp25 hingga Rp50 miliar, tergantung kebutuhan dan luas wilayah. Dengan pembagian yang lebih merata, kualitas infrastruktur di seluruh kecamatan dapat meningkat secara serentak.

“Kalau alokasi anggaran dibuat seimbang, maka pembangunan jalan, jembatan, hingga fasilitas publik bisa dilakukan lebih merata. Jangan sampai hanya wilayah tertentu yang tersentuh pembangunan,” tegasnya.

Ahmad Yani juga mengingatkan bahwa arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kukar harus berorientasi pada pemerataan dan keberlanjutan. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga harus menjangkau daerah pedalaman dan pesisir.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur Kukar dalam menghadapi dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Posisi Kukar yang menjadi salah satu wilayah penyangga menuntut kesiapan konektivitas yang lebih baik.

“Kukar harus siap mendukung IKN. Artinya, akses jalan dan infrastruktur menuju kawasan inti harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Ahmad Yani juga menilai perlu adanya pemekaran wilayah administratif di beberapa kecamatan yang terdampak pembangunan IKN. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga efektivitas pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.

“Dengan wilayah yang semakin berkembang, pemekaran menjadi solusi agar pelayanan publik bisa menjangkau masyarakat secara lebih cepat dan merata,” tuturnya.

Ia menegaskan, pemerataan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga bentuk keadilan sosial bagi seluruh warga Kukar.

“Pembangunan itu harus terasa manfaatnya bagi semua, bukan hanya di pusat kabupaten. Itu komitmen kita bersama,” pungkasnya. (adv/dprdkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Arbizz Space Batasi Wahana Permainan, Maksimal 40 Unit saat Akhir Pekan

28 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Pemkab Kukar Alokasikan Anggaran Umrah Gratis bagi Pemuka Agama Mulai 2027

28 Oktober 2026 - 14:48 WITA

Kukar Idaman Terbaik Dorong Solusi Air Bersih hingga Wilayah Pesisir

28 Oktober 2026 - 14:47 WITA

RT-KU Terbaik Jadi Langkah Kukar Perkuat Infrastruktur Digital hingga Permukiman

28 Oktober 2026 - 14:31 WITA

Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Kukar Ajak Generasi Muda Terlibat Aktif dalam Pembangunan

28 Oktober 2026 - 13:41 WITA

Tabang Masih Kerap Padam, Bupati Kukar Dorong Pemerataan Manfaat Batu Bara Lewat PLTU

27 Oktober 2026 - 20:26 WITA

Trending di Advertorial