Menu

Mode Gelap

Advertorial · 8 Agu 2025 09:16 WITA

DPRD Kukar Dorong Percepatan Konektivitas dan Optimalisasi BUMD Sambut IKN


Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani saat memberikan keterangan usai menghadiri kegiatan di Tenggarong. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani saat memberikan keterangan usai menghadiri kegiatan di Tenggarong. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya yang berkaitan dengan konektivitas menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, mengatakan peningkatan akses antarwilayah menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah penyangga IKN.

“Jalan penghubung menuju IKN harus menjadi prioritas. Jika konektivitasnya mantap dan wilayah sudah saling terhubung, otomatis roda perekonomian masyarakat akan ikut bergerak,” ujar Ahmad Yani saat ditemui di Tenggarong, Jumat (8/8/2025).

Menurutnya, DPRD Kukar mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam memperkuat sektor infrastruktur. Selain itu, pihaknya juga akan menjalankan fungsi pengawasan agar program pembangunan berjalan sesuai perencanaan.

Dorong Pemda Kelola Potensi Daerah Lebih Optimal

Tak hanya berbicara soal konektivitas, Ahmad Yani juga menyoroti pentingnya pengelolaan potensi daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menilai, Kukar memiliki potensi besar di berbagai sektor seperti pertanian, perkebunan, hingga pertambangan. Jika seluruh potensi tersebut dikelola secara profesional, dampaknya akan signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kukar ini kaya akan sumber daya. Pemerintah daerah harus mampu memaksimalkan potensi itu agar memberikan kontribusi nyata bagi PAD,” jelasnya.

Politikus PDI Perjuangan tersebut juga menilai, keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kolaborasi antara BUMD dan sektor swasta perlu diperkuat agar memberikan hasil bagi keuangan daerah.

“BUMD bisa bekerja sama dengan perusahaan yang beroperasi di Kukar. Hasil dari kerja sama itu akan kembali menjadi pemasukan bagi daerah,” katanya.

Ahmad Yani berharap ke depan setiap pembangunan yang menggunakan dana APBD dapat memberikan manfaat langsung bagi peningkatan pendapatan daerah.

“Program pembangunan jangan hanya berhenti di proyek fisik. Harus ada nilai ekonomi yang dihasilkan, minimal bisa mendongkrak PAD. Hal ini yang perlu ditingkatkan,” pungkasnya. (adv/dprdkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kukar Siapkan Opsi Baru untuk Hidupkan Kembali Tangga Arung Square dan Bioskop

22 Agustus 2026 - 15:48 WITA

14 Pejabat Kukar Dilantik, Bupati Sebut Pengisian Jabatan Masih Berjalan

21 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Berawal dari Minta Tumpangan, Pria di Muara Kaman Diduga Serang Korban di Kebun Sawit

21 Agustus 2026 - 20:46 WITA

Erau 2026 Dikawal Kejari Kukar, Pemkab Pastikan Pelaksanaan Sesuai Aturan

20 Agustus 2026 - 19:43 WITA

Karhutla Picu Kabut Asap hingga Tenggarong, Pemkab Kukar Perkuat Koordinasi Penanganan

20 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Karhutla Dekati Permukiman Pendingin, Empat RT Berpotensi Terdampak

18 Agustus 2026 - 19:40 WITA

Trending di Peristiwa