okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menjadi perhatian legislatif. Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Muhammad Idham, menegaskan bahwa sektor pendidikan harus menjadi prioritas pemerintah daerah, mengingat masih banyak sekolah yang kekurangan ruang belajar layak.
Menurut Idham, hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi IV ke sejumlah sekolah menunjukkan banyak fasilitas pendidikan yang berada dalam kondisi memprihatinkan. Laporan tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar agar segera ditindaklanjuti.
“Dari sidak ke berbagai sekolah, terlihat jelas banyak gedung yang tidak layak. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya di Hotel Grand Elty Tenggarong, Sabtu (6/9/2025).
Politikus PKS dari Dapil 2 yang meliputi Tenggarong Seberang, Muara Kaman, dan Sebulu itu berharap kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan bisa dipenuhi dalam waktu dekat. Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan seluruh ruang kelas baru yang dibutuhkan dapat terbangun secara merata.
“Kami berharap tahun-tahun mendatang fasilitas pendidikan, khususnya di Muara Kaman, Sebulu, dan Tenggarong Seberang, dapat segera dibenahi,” tegasnya.
Selain persoalan gedung sekolah, Idham juga menyoroti masalah transportasi bagi siswa di daerah tertentu, salah satunya di Desa Senoni. Menurutnya, akses kendaraan bagi pelajar sangat penting untuk mendukung kelancaran aktivitas belajar.
“Di Senoni, para siswa sangat membutuhkan transportasi. Kita mendorong agar pemerintah menyediakan bus sekolah mini yang bisa mengantar dan menjemput siswa setiap hari,” jelasnya.
DPRD Kukar berharap pemerintah daerah segera merespons temuan di lapangan dan mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan. Dengan infrastruktur yang memadai, kualitas pendidikan di Kukar diharapkan dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. (adv/dprdkukar/atr)








