Menu

Mode Gelap

Advertorial · 11 Okt 2025 19:17 WITA

Dua Bank Sampah Maluhu Dilibatkan dalam Aksi World Clean Up Day 2025


Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro saat mengikuti kegiatan World Clean Up Day 2025 di Waduk Panji Sukarame, Tenggarong. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro saat mengikuti kegiatan World Clean Up Day 2025 di Waduk Panji Sukarame, Tenggarong. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Upaya memperkuat kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah terus digencarkan. Melalui momentum World Clean Up Day (WCD) 2025, bank sampah Maluhu menjadi contoh nyata keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menyebutkan bahwa pihaknya melibatkan dua bank sampah binaan—Bank Sampah Al-Hidayah dan Bank Sampah Kelurahan Maluhu—dalam kegiatan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara, Sabtu (11/10/2025). Aksi tersebut berlangsung di kawasan Waduk Panji Sukarame, Tenggarong, dan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat.

“Partisipasi dua bank sampah ini bukan hanya untuk simbolik. Ini cara kami mengedukasi warga agar melihat bahwa sampah sebenarnya bisa dikelola dan dimanfaatkan,” ujar Tri Joko kepada okeborneo.com.

Ia menjelaskan, keberadaan bank sampah Maluhu telah membantu mengurangi timbunan sampah rumah tangga sekaligus menumbuhkan kebiasaan baru di kalangan masyarakat untuk memilah dan mendaur ulang sampah.

“Sampah plastik menjadi perhatian utama karena jenis ini paling sulit terurai. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat agar mulai bijak menggunakan plastik,” tambahnya.

Tri Joko menegaskan, pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Dengan dukungan dari komunitas dan lembaga pendidikan, gerakan peduli sampah dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Harapannya, World Clean Up Day tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tapi menjadi gerakan bersama yang berlangsung setiap hari. Kalau masyarakat sudah terbiasa menjaga kebersihan dari rumah, maka dampaknya akan besar bagi lingkungan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti peran strategis bank sampah dalam membangun ekonomi sirkular di tingkat kelurahan. Beberapa warga bahkan mulai mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil penjualan sampah anorganik yang telah dipilah.

“Ini bukti nyata bahwa kebersihan bisa berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pendapatan Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan

11 September 2026 - 12:20 WITA

DPRD Kukar Dorong Penelusuran Alur Dana Honor Guru Non-ASN hingga BPKAD

11 September 2026 - 12:18 WITA

Honor Guru Non-ASN Kukar Tertunda Tiga Bulan, Disdikbud Minta Sekolah Segera Validasi Data

10 September 2026 - 15:22 WITA

Beseprah Kukar Resmi Jadi WBTB, Tradisi Kesetaraan Didorong Tetap Lestari

10 September 2026 - 15:05 WITA

Distanak Kukar Ungkap Alasan Benih Padi Ditebar Langsung di Danau Semayang

9 September 2026 - 17:33 WITA

Sidang Kasus Etomidate Mantan Kasat Narkoba Kukar, Jaksa Hadirkan Tiga Saksi

9 September 2026 - 15:58 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru