Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 27 Sep 2025 14:59 WITA

Edukasi Sampah Sejak Dini, Bank Sampah Al Hidayah Maluhu Terima Kunjungan Anak dan Pelajar Setiap Pekan


 Ketua Bank Sampah Al Hidayah, Sugiarto, saat ditemui di Maluhu, Kukar. Ia rutin membuka program edukasi lingkungan bagi anak-anak setiap akhir pekan (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Al Hidayah, Sugiarto, saat ditemui di Maluhu, Kukar. Ia rutin membuka program edukasi lingkungan bagi anak-anak setiap akhir pekan (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kesadaran menjaga lingkungan tidak bisa tumbuh instan. Karena itu, Bank Sampah Al Hidayah di Kelurahan Maluhu memilih menanamkannya sejak dini lewat program edukasi rutin bagi anak-anak setiap akhir pekan.

Ketua Bank Sampah Al Hidayah, Sugiarto, menuturkan bahwa kegiatan ini terbuka bagi berbagai kelompok usia. “Setiap Sabtu atau Minggu, anak-anak bisa berkunjung ke bank sampah. Misalnya dari PAUD, pramuka, hingga mahasiswa,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).

Bagi anak-anak TK dan SD, edukasi dilakukan dengan cara sederhana. Mereka diperkenalkan pada jenis-jenis sampah, cara memilah, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Metode belajar sambil bermain dipilih agar anak-anak lebih mudah memahami pesan yang disampaikan.

Untuk kelompok yang lebih besar seperti pramuka dan pelajar tingkat lanjut, pendekatan dilakukan dengan praktik langsung. Mereka diajak mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, salah satu produk unggulan Bank Sampah Al Hidayah. “Anak-anak pramuka kami ajarkan membuat lilin. Ibu-ibu juga ikut praktik,” kata Sugiarto.

Program ini mendapat dukungan luas. Orang tua menilai kegiatan tersebut memberi pengalaman berharga sekaligus membentuk kebiasaan baik pada anak-anak mereka. Para guru pun menyambut positif karena siswa memperoleh pelajaran nyata di luar kelas yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Menurut Sugiarto, edukasi ini bukan semata-mata tentang sampah, tetapi membangun pola pikir generasi muda agar lebih bijak dalam memandang limbah. “Kami ingin anak-anak tumbuh dengan pemahaman bahwa sampah bisa diolah dan memiliki nilai ekonomi, bukan hanya barang buangan,” jelasnya.

Dengan program berkesinambungan ini, Bank Sampah Al Hidayah berharap lahir generasi baru yang lebih peduli lingkungan dan siap melanjutkan gerakan hijau di masyarakat. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Brida Kukar Tekankan Kelengkapan Dokumen Inovasi OPD, Jadi Penentu Penilaian Indeks Daerah

24 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Dorong Kemandirian Ekonomi, Pemkab Kukar Minta Hak Konsesi Pertambangan dan Alokasi Gas ke Pusat

24 Oktober 2026 - 19:38 WITA

Tingkatkan Perekonomian Daerah, Pemkab Kukar Bawa TPID Raih Juara Kalimantan 4 Tahun Beruntun dan Gulirkan Kredit Kukar Idaman

24 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Karhutla di Kukar, Aulia Koordinasi dengan BNPB Minta Bantuan Helikopter

23 Oktober 2026 - 20:55 WITA

Aulia Rahman Basri Tegaskan Gerakan Etam Mengaji Berlanjut, Kukar Bidik Juara Umum MTQ Kaltim

23 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Pejabat Administrator dan Pengawas Kukar Dilantik, Diminta Perkuat Kinerja dan Inovasi

23 Oktober 2026 - 20:50 WITA

Trending di Advertorial