Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 23 Okt 2025 20:04 WITA

Efisiensi Anggaran OPD Jadi Strategi Pemkab Kukar Hadapi Keterbatasan Fiskal


 Sekda Kukar Sunggono Kasnu didampingi Kadis LHK Kukar Slamet Hadiraharjo memberikan keterangan usai rapat koordinasi di Samarinda. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Sekda Kukar Sunggono Kasnu didampingi Kadis LHK Kukar Slamet Hadiraharjo memberikan keterangan usai rapat koordinasi di Samarinda. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Penurunan pendapatan daerah membuat pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menata ulang kebijakan fiskal. Sekda Kukar Sunggono Kasnu menegaskan pentingnya efisiensi anggaran OPD agar setiap rupiah benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Kebijakan Pengelolaan Sampah di Hotel Midtown Samarinda, Rabu (23/10/2025), Sunggono mengungkapkan bahwa pendapatan daerah Kukar tahun ini diproyeksikan sekitar Rp11 triliun, namun realisasinya menurun hingga Rp9,1 triliun. Tahun depan, dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), anggaran diperkirakan sebesar Rp7,3 triliun dan kemungkinan hanya terealisasi sekitar Rp5,6 triliun.

“Dari angka itu, belanja pegawai mencapai Rp2,34 triliun dan mandatory spending sekitar Rp1,8 triliun. Jadi kapasitas fiskal riil untuk program OPD mungkin tidak sampai Rp1 triliun,” jelas Sunggono.

Ia menegaskan, kondisi tersebut menuntut seluruh OPD melakukan perencanaan matang dan penggunaan anggaran yang efisien. Fokus utama diarahkan pada program prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat, bukan sekadar kegiatan administratif tanpa hasil nyata.

“Meskipun anggaran terbatas, kalau digunakan secara tepat dan fokus pada kebutuhan prioritas, manfaatnya tetap bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Sunggono juga mengingatkan agar setiap OPD tidak membuat program yang terlalu tersebar. Menurutnya, banyaknya kegiatan tanpa arah yang jelas justru membuat capaian indikator kinerja menjadi kabur.

“Jangan sampai kegiatan terlalu banyak, tapi tidak berdampak pada target utama pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, efisiensi bukan berarti memangkas semangat kerja, melainkan memastikan setiap program menghasilkan nilai manfaat optimal. Karena itu, kolaborasi antarinstansi harus diperkuat agar pelaksanaan program lintas sektor berjalan selaras dan saling mendukung.

“Semangat kolaborasi perlu dijaga. Kita ingin semua OPD bekerja dengan arah yang sama, demi mewujudkan Kukar yang maju, bersih, dan berkelanjutan,” tutupnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MTQH XLVI Kaltim 2026, Pemkab Kukar Pastikan Kesiapan Akomodasi Seluruh Kafilah

3 November 2026 - 15:58 WITA

Pemanfaatan Waduk Lama Jadi Opsi Tambahan Pasokan Air Bersih untuk Warga Samboja

3 November 2026 - 15:50 WITA

Jam Bentong Tenggarong Disiapkan Jadi Museum Digital, Dispar Kukar Dorong Ruang Promosi Kreatif

3 November 2026 - 15:48 WITA

400 Titik LPJU di Anggana Mati, DPRD Kukar Siapkan RDP dengan OPD Terkait

3 November 2026 - 15:47 WITA

Kukar Siap Kerja Jadi Jalan Tingkatkan Kesejahteraan, Prioritaskan Masyarakat Desil 1–5

3 November 2026 - 15:44 WITA

Revitalisasi Pengelolaan Pantai Tanah Merah, Rendi Solihin Dorong Wisata Berkontribusi bagi PAD

2 November 2026 - 17:27 WITA

Trending di Advertorial