Menu

Mode Gelap

Advertorial · 4 Sep 2025 20:24 WITA

Evaluasi Kinerja BUMD Kukar Didorong DPRD, Hanya Tiga Perusahaan Setor Dividen


Anggota DPRD Kukar, Sopan Sopian, mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMD agar lebih berkontribusi pada PAD. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Anggota DPRD Kukar, Sopan Sopian, mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMD agar lebih berkontribusi pada PAD. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menjadi sorotan. DPRD Kukar meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh karena beberapa BUMD dinilai belum memberikan kontribusi optimal terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di Kukar terdapat empat BUMD, yakni PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM), PT Tunggang Parangan, PT Kelistrikan dan Sumber Daya Energi (KSDE), serta Perumda Tirta Mahakam. Namun, tidak semuanya menunjukkan performa menggembirakan.

Anggota DPRD Kukar, Sopan Sopian, menilai pemerintah harus berani mengambil langkah tegas apabila ada BUMD yang hanya membebani anggaran tanpa memberikan hasil.

“BUMD yang tidak menghasilkan lebih baik dilebur saja. Pemerintah perlu fokus pada BUMD yang benar-benar memberikan kontribusi nyata,” ujar Sopan di Tenggarong, Kamis (4/9/2025).

Ia menekankan perlunya BUMD melihat potensi yang besar di daerah, khususnya sektor perkebunan kelapa sawit. Sopan menilai BUMD semestinya bisa mengelola pabrik sawit rakyat yang berfungsi menjaga stabilitas harga TBS masyarakat.

“Kukar punya potensi besar di sawit. BUMD harus mampu hadir untuk memastikan harga sawit tetap stabil bagi petani,” katanya.

Selain perkebunan, ia juga menyoroti sejumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sudah tidak aktif tetapi masih memiliki sisa potensi batu bara. Pemerintah dinilai perlu menindaklanjuti dan memberdayakan BUMD untuk mengelola potensi tersebut.

“Pemerintah bisa mengurus aspek perizinannya, sementara BUMD menjalankan eksplorasinya. Jangan sampai potensi itu dibiarkan tidak termanfaatkan,” tambahnya.

Sopan menegaskan keberadaan BUMD harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan memperkuat PAD, bukan sekadar entitas yang menyerap anggaran daerah.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setkab Kukar, Haryo Martani, menyampaikan bahwa hampir semua BUMD masih menyumbang dividen kepada daerah, kecuali PT KSDE yang tahun ini tidak menghasilkan dividen karena kegagalan usaha.

“PT MGRM menyetor sekitar Rp30 miliar, PT Tunggang Parangan Rp880 juta, dan Perumda Tirta Mahakam sekitar Rp3,1 miliar. Hanya PT KSDE yang tidak memberikan dividen tahun ini,” jelas Haryo.

DPRD menilai evaluasi kinerja menjadi langkah krusial untuk memastikan BUMD dapat menjalankan peran strategisnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kukar. (adv/dprdkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dugaan Keracunan MBG Sebulu, Satgas Siaga 24 Jam di Puskesmas

3 Agustus 2026 - 20:55 WITA

MBG Sebulu

Usai Santap MBG, 46 Orang di Sebulu Alami Pusing dan Sakit Perut

3 Agustus 2026 - 17:40 WITA

MBG Sebulu

Hadapi Penipuan Digital, Polda Kaltim Luncurkan Cyber Resilient Community

3 Agustus 2026 - 16:17 WITA

Cyber Resilient Community Polda Kaltim

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar
Trending di Hukum - Kriminal