Teks foto: Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat mengisi kuliah umum di hadapan mahasiswa Magister Administrasi Publik (Angga/okeborneo.com)
okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan fiskal. Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari efisiensi belanja operasional hingga optimalisasi belanja modal dan barang, tanpa mengurangi belanja pegawai.
Hal tersebut disampaikan Aulia saat memberikan kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Jurusan Magister Administrasi Publik (MAP), dengan tema Menjaga Kualitas Pelayanan Publik di Tengah Keterbatasan Fiskal.
Aulia menjelaskan, keterbatasan ruang fiskal menuntut pemerintah daerah untuk mengatur belanja secara lebih cermat agar program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“Dalam kondisi ruang fiskal yang semakin terbatas, ada beberapa hal yang kita lakukan. Pertama, kita tidak mengurangi sama sekali belanja pegawai. Kedua, kita berupaya melakukan efisiensi pada belanja operasi. Kemudian, kita juga berupaya mengoptimalkan belanja modal dan belanja barang,” ujarnya.
Menurutnya, efisiensi anggaran perlu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan pelayanan publik. Pemerintah Kabupaten Kukar berupaya memastikan kebijakan pengelolaan anggaran tidak menghambat masyarakat dalam memperoleh layanan yang dibutuhkan.
Selain pengelolaan anggaran, Aulia menilai komunikasi pemerintah kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjalankan kebijakan pembangunan. Ia menekankan perlunya government branding yang baik agar program dan kebijakan pemerintah dapat dipahami secara tepat oleh publik.
Dalam hal ini, ia menyebut media dan jurnalis memiliki peran strategis untuk menyampaikan informasi mengenai program pemerintah kepada masyarakat secara luas.
“Untuk membuat masyarakat terlibat dalam proses pembangunan, kita harus membangun kepercayaan atau trust kepada masyarakat. Apa yang sudah kita lakukan harus tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” katanya.
Aulia berharap media dapat membantu membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah. Dengan informasi yang tersampaikan secara baik, masyarakat diharapkan dapat memahami arah pembangunan sekaligus terlibat dalam proses tersebut.
Ia menegaskan, langkah efisiensi yang dilakukan Pemkab Kukar tetap diarahkan untuk menjaga kualitas pelayanan. Pemerintah ingin memastikan kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat melalui layanan publik yang diberikan.
“Menurut kami, langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam rangka efisiensi ini tetap diarahkan agar pelayanan publik tidak terganggu. Kita ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan publik yang diberikan,” tutupnya.(adv/diskomkukar/atr)










