Menu

Mode Gelap

Advertorial · 13 Okt 2025 15:40 WITA

Forum Bank Sampah Kukar Libatkan PKK dan Dunia Usaha dalam Daur Ulang Plastik


Petugas DLHK dan relawan menimbang sampah plastik hasil kegiatan World Clean Up Day di Kutai Kartanegara. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Petugas DLHK dan relawan menimbang sampah plastik hasil kegiatan World Clean Up Day di Kutai Kartanegara. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah meningkatnya volume limbah rumah tangga, kesadaran untuk melihat sampah sebagai peluang ekonomi mulai tumbuh. Ketua Forum Bank Sampah Kutai Kartanegara (Kukar), Nurdin, menegaskan bahwa sampah plastik bernilai ekonomi jika dikelola dengan kreatif dan berkelanjutan.

Menurutnya, semakin banyak pihak yang kini terlibat aktif dalam kegiatan pemberdayaan pengelolaan sampah. Kolaborasi ini melibatkan perusahaan, lembaga masyarakat, hingga organisasi perempuan seperti PKK dan Dharma Wanita yang berperan penting dalam menggerakkan pelatihan daur ulang.

“Banyak pihak yang ikut terlibat. Mereka membantu pelatihan pembuatan produk dari sampah, seperti plastik yang bisa diolah menjadi tas atau berbagai produk kerajinan lainnya,” ujar Nurdin kepada okeborneo.com, Sabtu (11/10/2025).

Ia menambahkan, pelatihan ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas warga, tetapi juga memberikan nilai tambah dari barang yang dulunya dianggap tidak berguna. Melalui pendekatan kreatif, plastik bekas disulap menjadi barang layak jual dan bernilai ekonomi tinggi.

“Sampah plastik yang dulunya hanya dibuang, sekarang bisa jadi sumber penghasilan. Ini sangat membantu ibu rumah tangga maupun pelaku UMKM lokal,” jelasnya.

Nurdin menilai keterlibatan organisasi perempuan seperti PKK dan Dharma Wanita sangat strategis karena mereka memiliki jaringan hingga ke tingkat RT dan desa. Dengan begitu, pesan kepedulian lingkungan bisa menjangkau lapisan masyarakat terbawah secara efektif.

“PKK dan Dharma Wanita punya peran besar. Mereka menjadi penggerak yang bisa mengedukasi masyarakat dari rumah ke rumah,” tambahnya.

Saat ini, Forum Bank Sampah Kukar menaungi 183 kelompok aktif di berbagai kecamatan. Melalui forum ini, Nurdin berkomitmen menjaga kesinambungan pelatihan dan memperluas jejaring pasar bagi produk daur ulang.

Ia berharap pemerintah daerah dan dunia usaha terus memperkuat dukungan, terutama dalam penyediaan fasilitas dan penguatan kapasitas pengelola. Dengan kolaborasi yang baik, pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi gerakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

“Kalau semua pihak bergerak bersama, kita bukan hanya menjaga lingkungan, tapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat,” tutupnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hendra Pimpin Karang Taruna Kaltim, Ketahanan Pangan Jadi Fokus Program

12 Mei 2026 - 18:47 WITA

karang taruna kaltim

Bupati Aulia Jawab Ancaman Boikot Fraksi PDIP, Klaim Pemkab Siapkan Bantuan untuk 2.662 Santri

12 Mei 2026 - 18:01 WITA

bupati aulia

Karang Taruna Disebut Punya Struktur Kuat hingga RT, Bupati Aulia Dorong Peran Pemuda Daerah

12 Mei 2026 - 14:43 WITA

Karang taruna kaltim

Paripurna DPRD Kukar Bisa Pakai Bahasa Kutai, Raperda Perlindungan Bahasa Disahkan

11 Mei 2026 - 23:18 WITA

Bahasa Kutai

Raperda Pesantren Belum Masuk Paripurna, Fraksi PDIP Kukar Ancam Boikot Kebijakan Bupati

11 Mei 2026 - 19:27 WITA

Raperda Pesantren Kukar

116 Mahasiswa FEB Unikarta Dampingi UMKM Desa Bhuana Jaya

11 Mei 2026 - 12:01 WITA

FEB Unikarta
Trending di Pendidikan