okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kepala Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Muhammad Yusuf menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan di desanya melalui penganggaran yang jelas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Hal ini disampaikannya saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat desa. Menurutnya, keberadaan kegiatan MTQ di Rapak Lambur bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari program pembinaan keagamaan untuk anak-anak dan generasi muda desa.
“Kegiatan MTQ ini sudah kami masukkan dalam RPJM Desa. Jadi, landasan kita memang harus lewat RPJM. Semua kegiatan keagamaan harus masuk dalam APBDes supaya bisa dianggarkan. Kalau tidak dianggarkan, tidak bisa direalisasikan, walaupun itu hanya berupa bantuan,” ujar Muhammad Yusuf.
Ia menyebut, penganggaran tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam mendukung kegiatan positif yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Bahkan, dirinya secara khusus mendorong agar MTQ bisa diselenggarakan di desanya sebagai bagian dari pembinaan karakter anak sejak dini.
“MTQ ini bukan hanya acara seremonial, tapi sarana mendidik dan membina anak-anak agar lebih mencintai Al-Qur’an. Kami ingin ini menjadi agenda tahunan desa,” tambahnya.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan telah tercantum dalam dokumen perencanaan desa jangka menengah (RPJMDes), kegiatan keagamaan seperti MTQ kini memiliki legalitas anggaran yang kuat, sehingga pelaksanaannya dapat terus berlanjut dan berkembang ke depannya.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)








