okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Lapangan bola Kecamatan Loa Kulu dipenuhi semangat dan kebersamaan dalam kegiatan Jalan Santai dan Senam Sehat yang digelar pada Minggu pagi, (4/5/2025). Sebuah inisiatif kolaboratif dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara bersama dua organisasi mitra NPI dan Yayasan Jantung Indonesia.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini yang dinilainya sebagai bentuk nyata pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi strategis antarorganisasi.
“Ya, kami berterima kasih atas kegiatan ini. Ini adalah kegiatan yang difasilitasi oleh Dispora melalui dua mitra organisasi kami. Di bidang kepemudaan ada KNPI yang tersebar di 20 kecamatan, dan di bidang olahraga masyarakat, ada Yayasan Jantung Indonesia yang juga aktif hingga tingkat kecamatan,” ujarnya.
Aji Ali menjelaskan bahwa Dispora sengaja menggerakkan dua organisasi besar tersebut karena keduanya memiliki massa yang luas. KNPI menghimpun kalangan pemuda, sementara Yayasan Jantung Indonesia banyak diikuti oleh kaum ibu yang saat ini sangat antusias mengikuti senam sehat.
“Kenapa ini kami dorong? Karena dua organisasi ini memiliki kekuatan massa. KNPI dengan anak muda, Yayasan Jantung Indonesia dengan ibu-ibu yang trennya tinggi dalam mengikuti senam. Kami berdayakan kekuatan ini untuk mendukung program olahraga masyarakat,” lanjutnya.
Kegiatan ini juga melibatkan Forkopimda Kukar. Menurut Aji Ali, keterlibatan tokoh-tokoh daerah seperti dari kejaksaan, pengadilan, kepolisian, dan TNI ini penting agar masyarakat lebih mengenal para pemimpin daerah yang juga merupakan bagian dari pelayanan masyarakat.
Uniknya, kegiatan jalan santai kali ini tidak dilaksanakan pada pagi hari seperti biasa, melainkan bergeser waktunya demi menghormati jadwal kegiatan rutin kecamatan. Namun, antusiasme masyarakat tetap tinggi.
“Meskipun waktunya digeser, masyarakat tetap semangat. Ini membuktikan bahwa kegiatan ini disambut positif,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa sosialisasi kegiatan di Loa Kulu masih belum maksimal. Namun, dengan jumlah peserta yang tetap banyak, hal ini menjadi dorongan untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di 20 kecamatan lainnya secara lebih optimal.
“Insya Allah ke depan akan kami maksimalkan, melibatkan semua elemen masyarakat—baik organisasi kepemudaan, keolahragaan, wanita, dan lainnya. Ini baru awal,” tutup Aji Ali.(adv/disporakukar/atr/ob1/ef)








