Menu

Mode Gelap

Advertorial · 25 Sep 2025 19:42 WITA

Kesadaran Buang Sampah Warga Bukit Biru Naik Berkat Bank Sampah Asri


Ketua Bank Sampah Asri, Suparlin, bersama pengurus saat menunjukkan hasil pengumpulan sampah di Kelurahan Bukit Biru, Tenggarong (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Asri, Suparlin, bersama pengurus saat menunjukkan hasil pengumpulan sampah di Kelurahan Bukit Biru, Tenggarong (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Tumpukan sampah yang dulunya kerap terlihat di sudut-sudut Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, perlahan mulai berkurang. Sejak berdirinya Bank Sampah Asri, kesadaran warga untuk mengelola sampah rumah tangga mengalami peningkatan signifikan.

Ketua Bank Sampah Asri, Suparlin, menuturkan bahwa sebelum adanya bank sampah, sebagian warga masih terbiasa membuang sampah sembarangan. Jalan setapak, lahan kosong, hingga saluran air kerap menjadi tempat pembuangan. Kondisi itu tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menimbulkan bau dan risiko kesehatan.

“Kesadaran masyarakat Bukit Biru dalam membuang sampah pada tempatnya kini sudah meningkat dibanding sebelum adanya Bank Sampah Asri, meskipun belum bisa mencapai 100 persen,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Menurut Suparlin, perubahan ini tidak datang begitu saja. Ada proses panjang berupa sosialisasi, edukasi, hingga memberi contoh langsung kepada warga tentang cara memilah sampah. Bank Sampah Asri menjadi wadah yang membantu masyarakat memahami bahwa sampah, khususnya anorganik, bisa bernilai ekonomi. Misalnya, botol plastik, kardus, dan logam yang dipilah bisa dijual kembali, sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberadaan bank sampah juga mendorong terciptanya budaya baru di tengah masyarakat. Warga kini mulai terbiasa menabung sampah layaknya menabung uang. Dengan sistem ini, mereka tidak hanya berkontribusi menjaga lingkungan, tetapi juga mendapat manfaat ekonomi tambahan.

Meski demikian, tantangan masih ada. Masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang belum disiplin, baik karena minimnya pemahaman maupun kebiasaan lama yang sulit diubah. Namun, Suparlin tetap optimistis bahwa dengan konsistensi program dan dukungan fasilitas yang memadai, perubahan perilaku masyarakat akan semakin menguat.

“Kalau kesadaran ini terus ditumbuhkan, bukan hanya lingkungan Bukit Biru yang bersih, tetapi juga tercipta budaya baru di masyarakat bahwa sampah bisa dikelola dan bermanfaat,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Distanak Kukar Periksa 7.089 Hewan Kurban, Label Sehat Jadi Syarat Dijual

21 Mei 2026 - 19:19 WITA

hewan kurban kukar

77 Laporan Kekerasan Seksual Masuk di Kukar, Mayoritas Korban Anak

20 Mei 2026 - 18:03 WITA

kekerasan seksual di Kukar

Sapi Bali Paling Dicari, Lapak Kurban di Tenggarong Klaim 70 Persen Stok Terjual

20 Mei 2026 - 17:09 WITA

Sapi Bali di Tenggarong

Di Tengah Demo Samarinda, Drupadi Baladika Bagikan Mawar dan Gelar Tarian Adat

20 Mei 2026 - 16:33 WITA

Drupadi Baladika Kaltim

BNN Sita 92 Kg Sabu dan 1.000 Cartridge Etomidate di Kaltim, Diduga Terkait Jaringan DPO Faturahman

20 Mei 2026 - 11:36 WITA

92 Kg Sabu Kaltim

Aksi Ketuk Pintu Gubernur, Warga Bawa 20 Titik Konflik Agraria ke Pemprov Kaltim

19 Mei 2026 - 16:25 WITA

ketuk pintu gubernur
Trending di Pos-pos Terbaru