Menu

Mode Gelap

Advertorial · 13 Sep 2025 12:06 WITA

Ketahanan Pangan Kukar Masuk 3 Besar Nasional, Bupati Aulia: Ini Hasil Kerja Nyata Petani


Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, memberikan keterangan pers usai panen raya dan penerapan digital farming di Lapangan Bukit Biru, Tenggarong. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, memberikan keterangan pers usai panen raya dan penerapan digital farming di Lapangan Bukit Biru, Tenggarong. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, kembali mencatat prestasi gemilang di tingkat nasional. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Agustus 2025, Kukar berhasil menembus peringkat ketiga nasional dalam Indeks Ketahanan Pangan (IKP) dengan skor 86,50.

Pencapaian ini menempatkan Kukar sejajar dengan daerah-daerah unggulan seperti Kabupaten Bandung dan Kota Payakumbuh, sekaligus menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang masuk dalam tiga besar nasional.

“Ini bukan sekadar capaian angka, tapi bentuk pengakuan nasional atas kerja keras seluruh petani, penyuluh, dan masyarakat Kukar yang menjaga kemandirian pangan daerah,” ungkap Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, saat menghadiri panen raya di Lapangan Bukit Biru, Tenggarong, Jumat (12/9/2025).

Bupati Aulia menyebut, prestasi ini menjadi bukti bahwa Kukar telah memainkan peran strategis sebagai lumbung pangan regional bagi Kalimantan Timur. Dari total sekitar 33 ribu hektare lahan pertanian di Kaltim, sebanyak 13.500 hektare berada di wilayah Kukar — angka yang menunjukkan kontribusi besar kabupaten ini terhadap pasokan pangan provinsi.

“Selama lima tahun terakhir, sektor pertanian di Kukar tumbuh sangat pesat. Dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), permintaan pangan akan meningkat tajam, dan Kukar siap menjadi penopang utama,” tegasnya.

Regenerasi Petani Jadi Tantangan

Meski meraih prestasi membanggakan, Aulia mengakui tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam hal regenerasi petani dan adopsi teknologi modern.

Ia menjelaskan, pemerintah telah mulai memperkenalkan alat pertanian berbasis teknologi seperti drone sprayer untuk penyemprotan dan distribusi benih, namun jumlah petani muda di Kukar masih sangat terbatas.

“Petani milenial masih sedikit. Padahal dengan teknologi, kita bisa bekerja lebih efisien dan memperluas areal tanam tanpa menambah beban tenaga kerja,” ujar Aulia.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah, akademisi, dan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk mempercepat transformasi sektor pertanian menuju era digital.

“Regenerasi petani menjadi kunci. Kalau kita bisa dorong generasi muda terlibat, produktivitas meningkat dan biaya produksi bisa ditekan,” tambahnya.

Kukar Jadi Penopang Pangan Kalimantan Timur

Apresiasi terhadap capaian Kukar juga datang dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. Ia menilai, posisi Kukar sebagai peringkat ketiga nasional menunjukkan peran vital kabupaten ini dalam menjaga stabilitas pangan Kaltim.

“Kami bangga atas capaian ini. Kukar memang menjadi tumpuan utama ketersediaan pangan di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dari total 33.000 hektare lahan pertanian di Kalimantan Timur, sekitar 40 persen di antaranya berada di wilayah Kukar, menjadikan daerah ini sebagai sentra utama produksi padi dan hortikultura di provinsi tersebut.

Seno menegaskan, dengan potensi lahan yang luas dan sistem pertanian yang terus berkembang, Kukar berpeluang besar menjadi pusat ketahanan pangan kawasan timur Indonesia.

“Inilah modal besar bagi Kaltim, apalagi dengan pembangunan IKN yang akan meningkatkan kebutuhan bahan pangan secara signifikan,” tutupnya. (adv/distanakkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar

Sekda Kukar: Regulasi Insentif Guru Non-ASN Belum Sah Saat Program Berjalan

30 Juli 2026 - 17:19 WITA

insentif guru non-ASN Kukar

Mangkir Kerja Jadi Pelanggaran Terbanyak, 8 ASN Pemkab Kukar Diberhentikan

30 Juli 2026 - 15:40 WITA

ASN Pemkab Kukar diberhentikan

Rahmat Dermawan Bantah Walkout PDI-P Kukar atas Instruksi Pihak Luar

29 Juli 2026 - 18:55 WITA

walkout PDI-P Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru