Menu

Mode Gelap

Advertorial · 27 Sep 2025 14:53 WITA

Ketua Bank Sampah Al Hidayah Sugiarto Dorong Inovasi Paving Block dari Limbah Anorganik


Ketua Bank Sampah Al Hidayah, Sugiarto, saat ditemui di Maluhu, Kukar. Ia menegaskan inovasi dan konsistensi jadi kunci pengelolaan sampah berkelanjutan (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Al Hidayah, Sugiarto, saat ditemui di Maluhu, Kukar. Ia menegaskan inovasi dan konsistensi jadi kunci pengelolaan sampah berkelanjutan (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Menjalankan bank sampah di tingkat kelurahan bukan perkara mudah. Meski manfaatnya sudah nyata, masih ada warga yang enggan terlibat. Hal itulah yang diakui Sugiarto, Ketua Bank Sampah Al Hidayah di Kelurahan Maluhu. “Kendala pasti ada. Dari sekian ratus warga, ada saja yang enggan. Tapi dengan sosialisasi terus-menerus, akhirnya mereka sadar sendiri dan mau mengantarkan sampahnya ke bank sampah,” ucapnya, Sabtu (27/9/2025).

Bank Sampah Al Hidayah kini tak hanya fokus menampung sampah anorganik. Sugiarto bersama pengurus tengah merancang inovasi baru: mengolah sampah plastik menjadi paving block. Menurutnya, kerajinan tangan dari limbah anorganik memang bermanfaat, namun berusia pendek. “Kalau hanya dijadikan kerajinan, dalam 1–2 tahun bisa rusak lagi dan jadi sampah. Kalau dijadikan paving block, sampah benar-benar bisa dikurangi, bukan sekadar ditunda,” jelasnya.

Selain inovasi itu, Bank Sampah Al Hidayah juga terus mengedukasi warga soal limbah B3 rumah tangga. Minyak jelantah, misalnya, diolah menjadi lilin aromaterapi yang bisa dijual kembali. Hasil penjualannya digunakan untuk mendukung kegiatan sosial, seperti membantu Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan santunan warga kurang mampu.

Sugiarto menegaskan, motivasi utama gerakan ini bukan keuntungan pribadi, melainkan ibadah sosial. “Kami menjalankan ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi lebih untuk kepentingan akhirat. Kalau hanya mengejar penghasilan, mungkin tidak akan bertahan lama. Tapi dengan niat ibadah, orang bisa menyumbang meski tidak punya uang, cukup dengan sampahnya,” tegasnya.

Dalam sosialisasinya, Bank Sampah Al Hidayah banyak menyasar kelompok ibu-ibu PKK tingkat RT dan kelurahan. Alasannya, ibu rumah tangga paling dekat dengan aktivitas yang menghasilkan sampah setiap hari. Dengan peran mereka, upaya memilah sampah dari rumah menjadi lebih efektif.

Dengan konsistensi, Sugiarto optimistis Bank Sampah Al Hidayah akan terus menjadi solusi ganda: menjaga lingkungan tetap bersih sekaligus memberdayakan masyarakat. “Kami ingin mengurangi sampah, bukan menundanya. Selama niatnya untuk kebaikan, insyaallah bisa terus berjalan,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Raperda Pariwisata Kukar Diminta Pastikan Warga Sekitar Destinasi Ikut Sejahtera

2 Juni 2026 - 18:15 WITA

Raperda Pariwisata Kukar

Lakon “Ibu Negara” Hadirkan Raja Mirip Prabowo, MetaKarsa Bawa Kegelisahan Sosial ke Panggung

2 Juni 2026 - 18:09 WITA

Ibu Negara

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Kukar Cegah Tumpang Tindih Bantuan Gizi

1 Juni 2026 - 18:09 WITA

transfer pusat Kukar

PAD Kukar Baru Diproyeksi Rp800 Miliar, Aulia Bidik Potensi Pajak Baru

1 Juni 2026 - 18:03 WITA

PAD Kukar

Dari Kontes Motor, Greyfit Modifest 2026 Dorong Ekosistem Otomotif Lokal

1 Juni 2026 - 13:32 WITA

Greyfit Modifest 2026

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Pemkab Kukar Tahan Sejumlah Kegiatan

30 Mei 2026 - 15:57 WITA

transfer pusat
Trending di Pemerintahan