okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DWP UP DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Eka Yuyun Noorliany, mengimbau para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama di area publik yang sering menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Menurut Yuyun, kesadaran menjaga kebersihan seharusnya tumbuh tidak hanya di rumah atau lingkungan kerja, tetapi juga di tempat-tempat umum yang ramai dikunjungi. “Apalagi di Kutai Kartanegara, banyak pusat-pusat keramaian setiap minggunya seperti Car Free Day (CFD) dan di Simpang Odah Etam (SOE) yang melibatkan pelaku UMKM. Kegiatan tersebut tentu menghasilkan banyak sampah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penting bagi para pelaku UMKM untuk mulai menyiapkan tempat sampah dan kantong plastik di sekitar area berjualan agar limbah tidak berserakan. “Dengan begitu, kebersihan area kegiatan bisa terjaga, dan masyarakat pun merasa nyaman menikmati acara,” tambahnya.
Yuyun juga mengingatkan bahwa kesadaran menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab penyelenggara acara atau pemerintah, tetapi juga para pelaku usaha dan pengunjung. “Kita harus saling mendukung. Pelaku UMKM menyiapkan tempat sampah, dan pengunjung juga harus disiplin membuang sampah pada tempatnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yuyun menyebut bahwa kebersihan merupakan cerminan kepribadian seseorang dan bentuk tanggung jawab sosial. Ia berharap langkah kecil yang dimulai dari kegiatan UMKM dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Menjaga kebersihan itu sederhana, tapi dampaknya besar. Kalau kita semua sadar dan disiplin, Kutai Kartanegara bisa menjadi daerah yang bersih, tertib, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)








