Menu

Mode Gelap

Otomotif · 24 Apr 2026 19:06 WITA

Kiri Tebing Kanan Jurang, Komunitas Vespa Kaltim Taklukkan 1.500 Km di Sulsel


Rombongan komunitas Move Mahakam berpose bersama belasan Vespa saat singgah di kawasan Toraja, Sulawesi Selatan, dalam touring #NgegasBeramean sejauh 1.500 kilometer. (Istimewa) Perbesar

Rombongan komunitas Move Mahakam berpose bersama belasan Vespa saat singgah di kawasan Toraja, Sulawesi Selatan, dalam touring #NgegasBeramean sejauh 1.500 kilometer. (Istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Empat belas Vespa dari komunitas Move Mahakam Kalimantan Timur menuntaskan touring sejauh kurang lebih 1.500 kilometer di Sulawesi Selatan dalam kegiatan bertajuk #NgegasBeramean. Perjalanan yang berlangsung pada 8–15 April 2026 itu menghadirkan tantangan berat, mulai dari tikungan tajam, tanjakan panjang, hingga jalur sempit dengan tebing dan jurang di sisi jalan.

Touring dimulai dari Kota Parepare sebagai titik start. Dari sana, rombongan bergerak menuju Toraja, Palopo, Sengkang, Bone, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto, Makassar, lalu kembali lagi ke Parepare.

Salah satu etape yang paling membekas bagi peserta adalah jalur menuju kawasan Bukit Ollon. Medan menurun dengan tikungan rapat dan kondisi jalan sempit memaksa seluruh pengendara menjaga fokus sepanjang perjalanan.

Peserta touring, Christian Suwandi, mengatakan momen melintasi kawasan tersebut menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

“Menuruni kawasan Ollon dengan kondisi kiri tebing dan kanan jurang menjadi pengalaman yang tidak terlupakan,” ujarnya.

Road Captain Move Mahakam, Fadli, menyebut jalur Parepare menuju Toraja juga menjadi salah satu rute favorit rombongan. Selain menantang, jalur sepanjang sekitar 143 kilometer itu menyuguhkan panorama alam khas Sulawesi Selatan, termasuk kawasan Gunung Nona.

“Jalur ini cukup menantang, dengan tikungan tajam dan jalan yang relatif sempit, namun pemandangannya luar biasa,” katanya.

Dalam rombongan tersebut, Dina menjadi satu-satunya peserta perempuan. Ia mengaku medan di Sulawesi Selatan memberi pengalaman berbeda karena banyaknya jalur berliku dan tanjakan ekstrem.

Menurutnya, perjalanan jauh dengan karakter jalan yang beragam justru memberi kesan tersendiri bagi peserta touring.

Selain menaklukkan rute panjang, perjalanan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antar komunitas Vespa. Move Mahakam melakukan pertemuan dengan sejumlah komunitas seperti Modern Vespa Palopo, Rise n Ride Palopo, Vespa Lingu, GT Series, hingga Modern Vespa Makassar.

Kegiatan dilanjutkan dengan rolling city, ngopi bersama, dan night ride di Makassar.

Rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah destinasi wisata, di antaranya Pantai Bira di Bulukumba serta kawasan karst Rammang-Rammang di Kabupaten Maros.

Anggota Move Mahakam, Toni, menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan jauh. Seluruh peserta diwajibkan menyiapkan kondisi kendaraan, perlengkapan berkendara, serta menjaga disiplin selama di jalan.

“Selain kesiapan teknis, kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara menjadi fokus utama kami,” tuturnya.

Setelah menempuh 1.500 kilometer, rombongan kembali ke titik awal di Parepare dengan membawa lebih dari sekadar catatan jarak tempuh. Perjalanan itu menjadi ruang berbagi pengalaman, menguji kekompakan, dan mempererat persaudaraan sesama pecinta skuter. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPRD Kukar Minta Bankaltimtara Buka-Bukaan Soal Kinerja dan Kredit

24 April 2026 - 19:13 WITA

DPRD Kukar Bankaltimtara

Warisan Kutai Masih Bertahan, Festival Nutuk Beham Resmi Dibuka di Kedang Ipil

23 April 2026 - 22:19 WITA

Festival nutuk beham

Lima Rumah Ludes, Kebakaran di Kota Bangun Rugikan Warga Rp3 Miliar

23 April 2026 - 15:41 WITA

Kebakaran kota bangun

3 Hari 3 Malam, Warga Kedang Ipil Jalani Tradisi Nutuk Beham Usai Panen

23 April 2026 - 11:06 WITA

nutuk beham

Warga Protes Rekrutmen RSUD AMI, Bupati Sebut 60 Persen Pegawai Tenaga Lokal

22 April 2026 - 13:36 WITA

Rekrutmen RSUD AMI

Lapas Perempuan Tenggarong Penuh, Sebagian Warga Binaan Masih Dititip di Lapas Laki-laki

22 April 2026 - 12:41 WITA

Lapas Perempuan Tenggarong
Trending di Pos-pos Terbaru