Menu

Mode Gelap

Advertorial · 14 Okt 2025 19:26 WITA

Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai, Lurah Maluhu Ajak Warga Mulai dari Sekolah


Siswa sekolah dasar di Kelurahan Maluhu belajar memilah sampah sebagai bagian dari edukasi pengurangan plastik sekali pakai. (Istimewa) Perbesar

Siswa sekolah dasar di Kelurahan Maluhu belajar memilah sampah sebagai bagian dari edukasi pengurangan plastik sekali pakai. (Istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah meningkatnya volume limbah plastik yang mencemari lingkungan, ajakan untuk kurangi penggunaan plastik sekali pakai kembali digaungkan. Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menyerukan pentingnya perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Seruan tersebut disampaikan Tri Joko saat menghadiri kegiatan World Clean Up Day (WCD) 2025 yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara di Waduk Panji Sukarame, Tenggarong, Sabtu (11/10/2025). Ia menegaskan, masalah sampah plastik tidak bisa diselesaikan hanya dengan kegiatan seremonial, melainkan harus melalui perubahan kebiasaan sehari-hari.

“Sampah plastik adalah persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Proses penguraiannya bisa mencapai ratusan tahun, sehingga dampaknya sangat besar terhadap lingkungan,” ujarnya kepada okeborneo.com.

Tri Joko menjelaskan, langkah kecil bisa dimulai dari rumah dan sekolah. Di kawasan Kelurahan Maluhu, pemerintah setempat telah mendorong penerapan larangan penggunaan kemasan plastik di kantin sekolah, serta mengajak anak-anak membawa tumbler dan wadah makan sendiri.

“Kesadaran lingkungan harus ditanamkan sejak dini. Kalau anak-anak sudah terbiasa membawa botol minum sendiri, mereka akan tumbuh dengan kebiasaan yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, pihak kelurahan juga berkoordinasi dengan para pelaku usaha agar mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Beberapa toko di Maluhu bahkan telah mulai menyediakan tas kain bagi pembeli sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pengurangan sampah plastik.

“Hal-hal kecil seperti ini kalau dilakukan bersama, dampaknya akan besar. Kami juga mendorong masyarakat untuk membawa wadah belanja sendiri, tidak lagi mengandalkan kantong plastik,” tambahnya.

Tri Joko berharap, kebiasaan baik ini tidak berhenti pada momen peringatan WCD saja, tetapi menjadi budaya baru di tengah masyarakat. Ia meyakini, perubahan perilaku kolektif dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk generasi berikutnya.

“Mudah-mudahan langkah sederhana ini bisa menjadi gerakan nyata untuk menciptakan Kukar yang bersih, hijau, dan bebas dari plastik,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Raperda Pariwisata Kukar Diminta Pastikan Warga Sekitar Destinasi Ikut Sejahtera

2 Juni 2026 - 18:15 WITA

Raperda Pariwisata Kukar

Lakon “Ibu Negara” Hadirkan Raja Mirip Prabowo, MetaKarsa Bawa Kegelisahan Sosial ke Panggung

2 Juni 2026 - 18:09 WITA

Ibu Negara

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Kukar Cegah Tumpang Tindih Bantuan Gizi

1 Juni 2026 - 18:09 WITA

transfer pusat Kukar

PAD Kukar Baru Diproyeksi Rp800 Miliar, Aulia Bidik Potensi Pajak Baru

1 Juni 2026 - 18:03 WITA

PAD Kukar

Dari Kontes Motor, Greyfit Modifest 2026 Dorong Ekosistem Otomotif Lokal

1 Juni 2026 - 13:32 WITA

Greyfit Modifest 2026

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Pemkab Kukar Tahan Sejumlah Kegiatan

30 Mei 2026 - 15:57 WITA

transfer pusat
Trending di Pemerintahan