Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 22 Mar 2022 17:19 WITA

Kurikulum Merdeka, Masuk Kelas X Tanpa Penjurusan


Kurikulum Merdeka, Masuk Kelas X Tanpa Penjurusan Perbesar

okeborneo.com, SAMARINDA – Kaltim menjadi provinsi pertama di Indonesia, yang siap melaksanakan program kurikulum merdeka, yang dirilis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Yang diharapkan, kurikulum nanti lebih simpel. Siswa bisa mengalami perubahan karakter, serta memiliki nilai-nilai Pancasila,” sebut Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian, Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, DR Atik Sulistyowati MPd.

Atik menyampaikan hal tersebut di sela kegiatan Diseminasi Hasil Rakor Kurikulum dan Penilaian SMA se-Kaltim, dan Sosialisasi Kurikulum Merdeka pada SMA Swasta Kota Samarinda, di Samarinda, Selasa (22/3/2022) tadi.

Dikatakan, meski baru diluncurkan, Kaltim berani mengambil sikap, siap memberlakukan kurikulum merdeka 100 persen untuk jenjang SMA.

“Kaltim menjadi provinsi pertama yang menerapkan kurikulum merdeka 100 persen pada jenjang SMA,” sebut Atik. Keputusan itu diambil setelah melakukan rapat koordinasi belum lama ini di Balikpapan, menghadirkan seluruh Cabang Dinas Pendidikan dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Dijelaskan, pelaksanaan kurikulum merdeka ini dibagi dalam 3 fase. Masing-masing fase kurikulum merdeka belajar, fase kurikulum merdeka berubah, dan fase kurikulum merdeka berbagi.

“Nanti sekolah yang menentukan kurikulumnya sendiri. Sekolah tinggal mendaftar di laman khusus, kemudian mengisi data berdasarkan kondisi nyata,” bebernya. Hasil dari usulan itu akan ditentukan oleh Kemendikbudristek dengan mempertimbangkan hasil penilaian dari Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan.

Pada tahun pembelajaran 2022/2023 nanti, akan mulai disosialisasikan kepada masyarakat melalui pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Di antara poin penting dalam kurikulum merdeka adalah, saat kelas X SMA, belum ada penjurusan.

“Jadi saat daftar masuk SMA, belum ada penjurusan misalnya, IPA, IPS atau bahasa. Nanti setelah kelas XI baru ada penjurusan,” beber Atik.

Dikatakannya secara konten, kurikulum merdeka ini hampir sama dengan kurikulum 2013. Hal paling utama dalam kurikulum merdeka belajar adalah penekanan perubahan pada konten dan mindset guru.

“Sekolah, 100 persen buat modul sendiri dan konten sekolah itu sendiri,” ujarnya.

Harapannya dengan kurikulum merdeka, ada perubahan positif pada guru. “Guru bisa memiliki terobosan dan inovasi pembelajaran. Semua sudah disiapkan pemerintah pusat, dari mulai cara mengajar dan tuntunan lainnya. Modulnya juga sudah ada,” pungkasnya. (*ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 1,238 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Isi Kekosongan Jabatan, Bupati Kukar Lantik 127 Kepala Sekolah dan 93 Pejabat Fungsional

9 Juli 2026 - 18:42 WITA

pelantikan kepala sekolah Kukar

Lapas Perempuan Tenggarong Overkapasitas, Pembangunan Gedung Baru Masih Kurang Rp20 Miliar

3 Juli 2026 - 18:09 WITA

Lapas Perempuan Tenggarong overkapasitas

Pemkab Kukar Bantu Sarana IPDN, Bupati Aulia Berharap Lebih Banyak Praja Asal Daerah

3 Juli 2026 - 17:10 WITA

Pemkab Kukar bantuan IPDN

Bupati Aulia Minta Penerima Honor Tidak Wajar Kembalikan Dana

29 Juni 2026 - 17:00 WITA

temuan honor tidak wajar Kukar

DPRD Kukar Minta Temuan BPK soal Honor ASN Dituntaskan dalam 60 Hari

23 Juni 2026 - 15:33 WITA

dprd kukar

Ketua Komisi II DPR RI Siap Fasilitasi Persoalan Lahan Warga di Kawasan IKN

19 Juni 2026 - 20:57 WITA

lahan warga terdampak IKN
Trending di Pemerintahan