Menu

Mode Gelap

Kalimantan Timur · 13 Agu 2025 18:15 WITA

Laga Warisan Kukar 2025: Gasing, Sumpitan, dan Ketapel Jadi Magnet Pelestarian Budaya dan Olahraga Tradisional


Laga Warisan Kukar 2025: Gasing, Sumpitan, dan Ketapel Jadi Magnet Pelestarian Budaya dan Olahraga Tradisional Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Kukar menjadi panggung bagi lahirnya event baru yang memadukan semangat olahraga dan pelestarian budaya melalui “Laga Warisan Kukar 2025”. Kegiatan yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Komisi X DPR RI ini diharapkan menjadi role model pengembangan olahraga tradisional di Indonesia.

Ketua Panitia sekaligus atlet olahraga tradisional nasional, Norsam Dhani, mengungkapkan bahwa kepercayaan dari Kemenpora menjadi momentum penting bagi Kukar. “Meski baru pertama kali diadakan, gaungnya saya yakin akan besar. Ke depan, olahraga tradisional di Kukar bisa jadi rujukan nasional,” ujarnya.

Tahun perdana ini, panitia memutuskan melombakan tiga cabang olahraga—gasing, sumpitan, dan ketapel—yang dinilai paling populer dan banyak peminatnya di Kukar. “Ke depan akan kami tambah cabang lain, tapi untuk awal ini kami pilih yang paling familiar di masyarakat,” tambah Norsam.

Event ini berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (12–13/8). Hari pertama diisi dengan coaching clinic bagi pelajar dari 20–25 sekolah, dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 300–400 orang. Hari kedua menjadi puncak lomba, terbagi dalam kategori pelajar dan umum/komunitas. Dari pelatihan hari pertama, guru pendamping memilih masing-masing tiga peserta terbaik untuk tiap cabang guna berlaga di kategori pelajar.

Hadiah yang disiapkan pun terbilang besar—total sekitar Rp15 juta—jauh di atas standar hadiah untuk event pelajar. “Biasanya tingkat pelajar hadiahnya Rp300 ribu, tapi di sini bisa sampai Rp1 juta untuk juara pertama,” jelas Norsam.

Gasing Kukar: Warisan Bernilai Kekayaan Intelektual

Pemerhati pariwisata dan ekonomi kreatif Darmayani HS melihat potensi besar event ini jika dikemas dengan sentuhan budaya yang kuat. Ia mengungkapkan bahwa Kukar memiliki enam jenis gasing yang telah terdaftar sebagai kekayaan intelektual di Kemendikbud, termasuk gasing kepala dua yang unik dan hanya ada di Kukar.

“Kalau semua peserta tampil dengan busana daerah, akan terlihat jelas bahwa ini produk lokal. Identitas budaya kita jadi makin kuat,” ujarnya. Menurutnya, unsur kostum, storytelling, dan pengemasan atraktif akan menjadi daya tarik wisata.

Darmayani bahkan mengusulkan pembangunan “Rumah Permainan Tradisional” sebagai pusat edukasi dan wisata. “Bukan museum yang kesannya kaku, tapi rumah tempat bercerita sejarah dan filosofi permainan. Jadi, kalau orang datang ke Kukar, belum lengkap rasanya tanpa mampir ke sana,” katanya.

Dukungan Kemenpora dan Arah Nasionalisasi

Dari pihak Kemenpora, Muhammad Sobihar selaku Asdep Olahraga Masyarakat, menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan misi pemerintah untuk mengajak masyarakat berolahraga sekaligus melestarikan warisan tradisional.

“Harapannya olahraga tradisional tidak hanya hidup di Kukar, tapi juga bisa naik ke level provinsi dan nasional,” jelas Sobihar. Ia mengingatkan bahwa Kemenpora memiliki Festival Olahraga Tradisional di tahun ganjil dan Pekan Olahraga Tradisional di tahun genap, yang bisa menjadi panggung lebih besar bagi atlet dan komunitas.

Sobihar juga mendorong pemerintah daerah dan sekolah memasukkan olahraga tradisional ke kegiatan ekstrakurikuler. “Kalau ini masuk sekolah, regenerasinya akan lebih terjaga,” ujarnya.

Menuju Event Budaya Olahraga Kelas Dunia

Dengan kombinasi dukungan pemerintah, komunitas, dan pemerhati budaya, Laga Warisan Kukar 2025 tak sekadar menjadi lomba, tetapi cikal bakal destinasi wisata berbasis olahraga tradisional. “Kita punya warisan, punya legalitas, tinggal bagaimana mengemasnya menjadi daya tarik nasional bahkan internasional,” tegas Norsam.

Jika rekomendasi pengemasan budaya, penguatan identitas lokal, dan penyusunan cerita historis diterapkan, Kukar bukan hanya akan dikenal sebagai lumbung sumber daya alam, tetapi juga sebagai pusat olahraga tradisional yang berdaya saing di tingkat dunia.(atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sabu Disembunyikan di Rumah Walet, Pria di Muara Kaman Ditangkap Polisi

18 April 2026 - 18:10 WITA

sabu muara kaman

P3K Mundur Lebih Dihargai, Bupati Kukar: Daripada Terima Tapi Tak Pernah Datang

18 April 2026 - 16:55 WITA

P3K Kukar

Kratom Jadi Sumber Duit Baru, Kukar Produksi Ratusan Ton, Kaltara Siap Ikut

17 April 2026 - 17:48 WITA

kratom kukar

60 Persen Wilayah Batuah Masuk Kawasan IKN, Warga Diminta Patuhi Penertiban Hutan

17 April 2026 - 16:02 WITA

desa batuah

Sempat Ditutup karena Limbah, SPPG di Kukar Kini Beroperasi Lagi, Sudah Aman?

17 April 2026 - 15:16 WITA

SPPG Kukar

Harus Tinggalkan Rumah hingga Sewa Tempat Baru, P3K Kukar Pilih Resign

16 April 2026 - 18:46 WITA

P3K Kukar
Trending di Pemerintahan