okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA—Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ruang olahraga yang memadai, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara terus menghadirkan inovasi layanan. Salah satunya melalui Sistem Peminjaman Sarana Olahraga (Siperaga), sebuah aplikasi yang memungkinkan warga meminjam venue olahraga dengan mudah, cepat, dan transparan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan bahwa sejak diluncurkan, Siperaga telah memberi dampak signifikan bagi masyarakat. “Alhamdulillah, masyarakat masih sangat terbantu. Di mana saja pengguna olahraga bisa memanfaatkan sarana itu. Mereka juga merasa transparansi pembayaran semakin jelas, termasuk waktu penggunaannya,” ujarnya.
Akses Tanpa Batas: Cukup Ponsel, Semua Bisa Mengakses Sarana Olahraga
Menurut Aji Ali, kemudahan akses menjadi kunci keberhasilan Siperaga. Masyarakat tak lagi harus datang ke kantor atau melalui prosedur berbelit. “Sejak awal berdiri, respons luar biasa karena tidak ada keterbatasan bagi masyarakat. Cukup punya handphone, mereka bisa booking dan langsung melakukan pembayaran,” jelasnya.
Kemudahan ini membuat peminjaman venue bersifat inklusif, merata, dan menjangkau banyak kalangan olahraga di Kukar.
Ada Penurunan Sementara, Namun Penyebabnya Jelas
Meski demikian, tahun ini Dispora mencatat adanya sedikit penurunan penggunaan venue. Bukan karena kurangnya minat, melainkan karena banyaknya event berskala besar, serta persiapan atlet menuju POPDA dan Pra Porprov.
“Beberapa venue yang biasanya kami sewakan sekarang kami off-kan karena digunakan untuk pembinaan dan persiapan tim,” ungkapnya.
Selain itu, beberapa fasilitas tengah menjalani perbaikan. Kolam renang, misalnya, dihentikan sementara untuk umum karena ada proses perbaikan pagar dan sarana pendukung lainnya.
Persaingan Muncul: Masyarakat Mulai Bangun Fasilitas Olahraga Mandiri
Menariknya, tumbuhnya geliat sektor olahraga di Kukar juga memicu masyarakat membuka fasilitas olahraga swasta. Fenomena ini, menurut Aji Ali, turut memengaruhi pendapatan Dispora.
“Masyarakat mulai melihat sektor olahraga itu menguntungkan. Mereka membuka fasilitas sendiri, dan ini tentu menjadi pembanding bagi pendapatan kita,” terangnya.
Pendapatan Melonjak, Target Jauh Terlampaui
Meski menghadapi tantangan, kinerja pendapatan Dispora lewat pemanfaatan venue olahraga justru menunjukkan hasil memuaskan. “Target kemarin itu 250 juta. Tahun ini sudah mencapai lebih dari 450 juta untuk keseluruhan venue,” kata Aji Ali.
Semua pembayaran venue langsung masuk ke kas daerah, memastikan akuntabilitas dan transparansi yang selama ini ditekankan Dispora.
Komitmen Dispora: Transparansi, Pelayanan, dan Pengembangan
Aji Ali menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, termasuk menjaga keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait sarana yang digunakan.
“Kami tetap berkomitmen melakukan pelayanan terbaik dan menjaga transparansi dalam pemakaian venue olahraga,” tegasnya. (adv/prokomkukar/atr)








