okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Idham, memberikan apresiasi terhadap keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sukarame, Tenggarong. Menurutnya, keberadaan SPPG tidak hanya berperan penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Idham mengatakan, SPPG memiliki fungsi strategis dalam mengolah dan menyalurkan makanan bergizi ke sekolah-sekolah. Di SPPG Sukarame sendiri, terdapat sekitar 50 tenaga kerja lokal yang dilibatkan dalam proses pengolahan makanan.
“Kami sangat mengapresiasi adanya SPPG ini, terutama karena mampu memberdayakan masyarakat setempat. Selain itu, produk makanan yang dihasilkan juga harus memiliki standar gizi yang baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak sekolah,” ujar Idham, Sabtu (16/8/2025).
Politisi asal Dapil Loa Janan–Loa Kulu itu juga mengingatkan agar pihak penyedia layanan SPPG memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya. Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari kualitas makanan yang disalurkan, tetapi juga dari keseimbangan antara efisiensi program dan kesejahteraan tenaga kerja yang terlibat di dalamnya.
“Kesejahteraan pekerja juga penting. Mereka ini garda depan yang memastikan program berjalan dengan baik. Selain itu, bahan makanan yang digunakan harus benar-benar terjamin kualitas dan gizinya,” tambahnya.
Idham menilai, program MBG merupakan inisiatif nasional yang sangat positif karena berorientasi pada peningkatan gizi anak-anak sekolah. Ia berharap implementasi program ini di Kukar dapat berjalan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan bagian dari program nasional yang harus kita dukung bersama. Pemerintah daerah perlu memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Mitra MBG Kukar, Ely Hartati, menjelaskan bahwa setiap unit SPPG melibatkan sekitar 50 karyawan yang berperan dalam proses pengolahan dan pendistribusian makanan bergizi ke sekolah. Ia memastikan seluruh proses dilakukan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari pengelolaan dapur, pemilihan bahan, hingga pengawasan kualitas gizi makanan.
“Kami pastikan seluruh tahapan pengolahan makanan di SPPG sesuai dengan ketentuan BGN, baik dari sisi kebersihan, kelayakan bahan, hingga kandungan gizinya,” terang Ely.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan salah satu program unggulan nasional yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan tujuan meningkatkan kualitas gizi anak bangsa serta mendukung generasi sehat dan produktif. (adv/dprdkukar/atr)








