Menu

Mode Gelap

Advertorial · 17 Sep 2025 11:58 WITA

Panen Perdana Melon Golden di Rapak Lambur, Distanak Kukar Apresiasi Inovasi KWT


Ketua KTNA Kukar, Edi Damansyah (tengah), bersama anggota KWT Wanita Mandiri berfoto usai panen perdana melon golden di Desa Rapak Lambur, Tenggarong. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua KTNA Kukar, Edi Damansyah (tengah), bersama anggota KWT Wanita Mandiri berfoto usai panen perdana melon golden di Desa Rapak Lambur, Tenggarong. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Hamparan hijau di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, menjadi saksi keberhasilan para perempuan desa yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Wanita Mandiri. Di bawah sinar matahari sore, deretan melon golden bergelantungan rapi di dalam green house berukuran 25 x 10 meter, menandai hasil kerja keras yang dimulai sejak Juli lalu.

Panen perdana tersebut turut dihadiri oleh Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kukar, Edi Damansyah, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Camat Tenggarong, serta para petani setempat, pada Rabu (17/9/2025).

Dari total 346 pohon melon golden yang dibudidayakan, KWT Wanita Mandiri sukses menghasilkan buah berkualitas premium. Setiap melon memiliki bobot rata-rata 1,5 hingga 2 kilogram, dengan tekstur daging tebal, aroma harum, dan rasa manis alami.

“Apa yang dilakukan KWT ini luar biasa dan patut menjadi contoh. Dengan manajemen yang baik dan pemanfaatan teknologi green house, mereka bisa menghasilkan produk berkualitas tinggi yang punya nilai ekonomi,” ujar Edi Damansyah saat panen berlangsung.

Edi menilai, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa perempuan desa memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian modern. Menurutnya, inovasi seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis hortikultura.

“KWT Wanita Mandiri telah menunjukkan bahwa pertanian tidak hanya bisa dikelola oleh laki-laki. Dengan semangat dan kerja sama, perempuan juga mampu berinovasi dan menghasilkan produk unggulan,” tambahnya.

Ketua KWT Wanita Mandiri, Bu Didin bersama Bu Titi, menyampaikan bahwa keberhasilan panen melon golden ini berawal dari keinginan untuk mengubah lahan kosong menjadi lahan produktif. Melalui pendampingan Distanak Kukar, mereka memanfaatkan sistem tanam di dalam green house untuk menjaga kualitas buah dari hama dan cuaca ekstrem.

Melon golden menjadi salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai jual tinggi dan diminati pasar. KWT berencana memperluas lahan tanam serta mengembangkan sistem pemasaran digital agar hasil panen bisa menjangkau konsumen lebih luas. (adv/distanakkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Masuk KEN, Persiapan Sakral Hampir 90 Persen

15 September 2026 - 20:32 WITA

Empat Tahun di Teror Penguntit, Penyiar Radio di Samarinda Lapor Polisi

15 September 2026 - 11:35 WITA

58 Tenant Terisi, Puja Sera Taman Kota ArbizzSpace Siap Dibuka

14 September 2026 - 19:49 WITA

Hetifah Dorong Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan yang Lebih Tepat Sasaran

14 September 2026 - 16:09 WITA

SIGAP UMKM, Diskop UKM Kukar Perkuat Pembinaan Usaha Mikro Berbasis Kebutuhan

14 September 2026 - 12:35 WITA

Dugaan Mortir Sisa Perang Ditemukan di Dasar Sungai Mahakam Samarinda

14 September 2026 - 12:33 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru